sukabumimetro.com/ – Pemerintah Kota Sukabumi memastikan ketersediaan beras di pasaran masih dalam kondisi aman. Pemantauan dilakukan untuk menjaga pasokan, sekaligus memastikan harga dan mutu beras tetap terkendali di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Yadi M Erlangga mengatakan, hasil monitoring menunjukkan stok beras di sejumlah titik perdagangan masih mencukupi. Pemantauan dilakukan bersama Satgas Keamanan dan Mutu Beras Kota Sukabumi.
Ia memaparkan, tim yang terlibat terdiri dari Polres Sukabumi Kota, Bulog Cabang Cianjur, DKP3, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.
“Mereka mendampingi Satgas Pangan Pusat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memantau harga, ketersediaan, serta mutu beras,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, pada Senin (5/10).
Monitoring menyasar sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, serta jaringan ritel modern. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi pasokan dan harga beras yang beredar di tingkat pedagang hingga konsumen.
Yadi mengatakan, dari hasil pemantauan di pasar tradisional, stok beras masih tersedia dan pasokan berjalan normal. Bahkan, terdapat pedagang yang memiliki persediaan hingga sekitar 30 ton.
“Secara umum ketersediaan beras di Kota Sukabumi masih aman dan pasokannya mencukupi. Kami bersama Satgas Pangan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali,” ujar Yadi.
Dari sisi harga, beras medium di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede terpantau berada pada kisaran Rp13.500 hingga Rp15.000 per kilogram. Sementara di ritel modern, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditemukan dengan harga Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
“Untuk beras premium, harga di salah satu ritel modern terpantau Rp74.500 per kemasan 5 kilogram, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku,” bebernya.
Menurut Yadi, pemantauan tidak hanya berkaitan dengan harga. Aspek mutu beras juga menjadi perhatian agar produk yang beredar dan dikonsumsi masyarakat memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
“Monitoring ini bukan hanya melihat harga dan stok, tetapi juga mutu beras. Ini penting agar masyarakat mendapatkan beras yang tersedia dengan harga yang wajar dan kualitas yang sesuai,” katanya.
Pemerintah Kota Sukabumi bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga dan pasokan. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas pangan.
Yadi juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan. Dengan kondisi stok yang masih mencukupi, masyarakat diminta berbelanja sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak. Tidak perlu melakukan panic buying karena berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan beras masih aman dan mencukupi,” tegasnya. (ris)



