sukabumimetro.com/ – Akses pelayanan keluarga berencana dan pendampingan keluarga kini semakin dekat dengan masyarakat. Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menyediakan tujuh Balai Keluarga Berencana (Balai KB) yang tersebar di seluruh kecamatan.
Keberadaan fasilitas itu diarahkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, edukasi, konsultasi, hingga pelayanan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Layanan ini juga mencakup kesehatan keluarga, pendampingan keluarga berisiko, serta upaya percepatan penurunan stunting.
Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, mengatakan Balai KB tidak hanya menjadi tempat pelayanan kontrasepsi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat informasi dan pendampingan bagi keluarga.
Melalui fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses berbagai program pembangunan keluarga tanpa harus datang jauh ke kantor dinas.
“Balai KB kami hadirkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Fungsinya bukan sekadar memberikan pelayanan keluarga berencana, tetapi juga menjadi ruang konsultasi, edukasi, dan pendampingan agar setiap keluarga mendapatkan informasi serta layanan yang dibutuhkan,” ujar Yadi.
Dia menjelaskan, tujuh Balai KB tersebut berada di Kecamatan Cikole, Gunungpuyuh, Cibeureum, Baros, Lembursitu, Warudoyong, dan Kecamatan Citamiang.
Penyebaran di seluruh kecamatan diharapkan membuat jangkauan pelayanan lebih merata sekaligus memperkuat peran tenaga lini lapangan dalam mendampingi keluarga.
“Persoalan keluarga tidak bisa ditangani hanya dengan memberikan informasi. Perlu komunikasi dan pendampingan secara berkelanjutan. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Balai KB sebagai tempat berkonsultasi, baik terkait perencanaan keluarga, kesehatan, maupun persoalan tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Menurut Yadi, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan program Bangga Kencana. Terlebih, berbagai persoalan seperti stunting, kesehatan ibu dan anak, serta kualitas pengasuhan membutuhkan perhatian dan kerja sama seluruh anggota keluarga.
“Tujuan akhirnya adalah membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Kami ingin masyarakat tidak ragu datang ke Balai KB untuk mencari informasi maupun meminta pendampingan. Semakin mudah masyarakat mengakses layanan, semakin terbuka pula peluang untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” pungkasnya. (ris)



