CIKOLE — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, mulai memantapkan langkah menghadapi evaluasi Pemerintah Digital (Pemdi) sebagai upaya memperkuat transformasi layanan publik berbasis teknologi. Kali ini, berbagai persiapan terus dikebut agar pelaksanaan evaluasi berjalan optimal dan mampu menghasilkan nilai terbaik.
Komitmen tersebut, diwujudkan melalui rapat koordinasi tim asesor internal Pemdi yang dipimpin Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni. Rapat tersebut dihadiri aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah perangkat daerah untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas pengisian bukti dukung yang menjadi syarat utama dalam proses evaluasi.
“Pemdi merupakan pengembangan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang lebih berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi,” ungkap Pranata Komputer Ahli Muda Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kota Sukabumi, Maulana Farid Hasanudin kepada Radar Sukabumi, Kamis (16/7).
Ia menjelaskan, persiapan evaluasi telah dimulai sejak sosialisasi yang dilaksanakan pada Juni lalu. Menurutnya, mekanisme penilaian Pemdi memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan evaluasi SPBE. “Pada evaluasi Pemdi hanya ada 20 indikator yang dinilai. Beberapa indikator digabung, bahkan ada yang dihilangkan. Selain itu kami juga sedang menyiapkan Surat Keputusan Tim Koordinasi dan Tim Asesor melalui Keputusan Wali Kota yang saat ini masih berproses di Bagian Hukum,” ujarnya.
Maulana menambahkan, pekan depan Diskominfo kembali menggelar rapat lanjutan yang secara khusus membahas kesiapan layanan publik digital milik Pemerintah Kota Sukabumi yang akan menjadi objek evaluasi. “Salah satunya adalah Aplikasi Moci Legit yang dikelola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” ucapnya.
Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk memastikan setiap layanan digital memiliki dokumen pendukung yang lengkap sekaligus mampu menunjukkan implementasi pelayanan berbasis elektronik yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Target kami mendapatkan indeks Pemdi pada angka 2 atau kategori cukup. Nilai tersebut berada di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 1,7. Mudah-mudahan seluruh persiapan berjalan lancar sehingga hasil evaluasi nanti sesuai harapan,” tukasnya. (Bam)











