CISOLOK – Semangat menjaga kelestarian kawasan wisata Pantai Karang Hawu menggema dalam kegiatan Jumat Bersih Gembira Pesisir yang digelar di kawasan wisata andalan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/7/2026).
Aksi kolaboratif tersebut melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa KKN, pelajar, pemerintah kecamatan, perangkat desa hingga instansi terkait.
Tak sekadar memungut sampah, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi untuk menanamkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha, agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan wisata.
Ketua KKN-PPM UGM Kecamatan Cisolok Angkatan XXIII Tahun 2026, Lazuardi Lut, mengatakan aksi bersih pantai berangkat dari keprihatinan mahasiswa melihat banyaknya sampah yang masih berserakan di kawasan Pantai Karang Hawu.
“Pantai Karang Hawu memiliki potensi wisata yang luar biasa indah dan sangat layak menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal dunia. Namun yang kami sayangkan masih adanya sampah di kawasan pantai maupun area UMKM,” ujarnya.
Sebanyak 30 mahasiswa KKN UGM diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka juga berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Nusa Putra dan UIFA, didukung Forkopimcam Cisolok, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial, sekolah, serta berbagai elemen masyarakat, sehingga sebelum aksi bersih pantai dimulai, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya memilah sampah dan dampak buruk membuang sampah sembarangan terhadap lingkungan.
Menurut Lazuardi, perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari edukasi sehingga kepedulian terhadap lingkungan tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar karena adanya kegiatan sesaat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hari ini saja. Kami ingin UMKM, pemerintah dan masyarakat terus menjaga kebersihan kawasan pantai secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh sampah hasil kegiatan dikumpulkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Untuk sampahnya, kami kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Jadi untuk sampahnya kami kumpulkan di TPS dan langsung diarahkan untuk ke TPA,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa, pelajar, pemerintah, dan masyarakat menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan Jumat Bersih Gembira Pesisir ini bukan sekadar aksi memungut sampah, tetapi juga memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memahami cara penanganan sampah yang benar,” ujarnya.
Okih menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 500 peserta, terdiri dari mahasiswa KKN UGM, Universitas Nusa Putra, UIFA, Forkopimcam, UPTB, PKK, TKSK, perangkat desa, kepala desa, hingga siswa SMP, SMA, dan SMK.
Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan dipilah sesuai jenisnya. Sampah yang masih dapat ditangani langsung diproses di lokasi, sedangkan sisanya dikumpulkan di TPS untuk kemudian diangkut oleh DLH menuju TPA.
Menurut Okih, edukasi seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat, dan sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Sukabumi, Pantai Karang Hawu harus dijaga kebersihan dan keasriannya agar tetap menjadi destinasi favorit wisatawan.
Karena itu, Okih mengimbau para pengunjung maupun pelaku usaha agar tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan sesuai jenis sampah basah maupun kering.
“Kami berharap masyarakat dan para pelaku wisata tidak hanya aktif saat Jumat Bersih saja, tetapi menjadikan menjaga kebersihan sebagai kebiasaan setiap hari. Dengan begitu, Pantai Karang Hawu akan tetap bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh wisatawan,” pungkasnya. (Ndi)











