SUKABUMI – Komitmen mahasiswa Universitas Nusa Putra dalam memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 20 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 74 melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Adat Ciptarasa, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, selama satu bulan, mulai 4 Agustus hingga 4 September 2025.
Kelompok yang diketuai Kresna Ramadhan bersama 19 anggota lainnya berasal dari berbagai program studi dengan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Mereka adalah Aldi Mulyadi, Bagus Bambang Sadiwo, Dwi Rahayu, Fajar Ardiansyah, Fadia Pasya Azzahra, Fatul Ramdhan Hidayah, Muhammad Naufal Rafly, Muhammad Faisal Tanma, Muhammad Syahrul Ramadany, Muhammad Syazir, Muhammad Zibran Malisi, Naya Zyfa Ramadhani, Rachmatu Zabila Khaerunnisa, Reva Defitrianti, Sabella Aufa Syahda, Septian Masaher, Tika Marice Bleskadit, Ulfah, dan Zia Hikmawati.
Kampung Adat Ciptarasa dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga. Berada di ketinggian sekitar 765 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Halimun, kawasan ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya kesadaran kesehatan dan pendidikan, keterbatasan sarana kebersihan, hingga ancaman pergeseran tanah yang hampir setiap tahun mengintai permukiman warga.
Ketua Kelompok 74, Kresna Ramadhan, mengatakan selama tinggal bersama masyarakat, mahasiswa menyusun berbagai program yang berfokus pada tiga sektor utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan perangkat desa, tokoh adat, kader posyandu, tenaga pendidik, pemuda, hingga anak-anak setempat.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar adalah reboisasi sebagai upaya mitigasi bencana. Bersama warga, mahasiswa menanam 50 bibit pohon nangka di sejumlah titik rawan longsor dan sepanjang jalan desa.
“Selain penanaman, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai teknik perawatan pohon agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi di masa mendatang,” terangnya.
Di bidang kesehatan, mahasiswa menggelar penyuluhan mengenai pencegahan stunting bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta kader posyandu. Edukasi difokuskan pada pentingnya gizi seimbang, pola hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Tim KKN juga membantu pelaksanaan posyandu melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan perkembangan balita.
“Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar balita memiliki status gizi yang sesuai dengan grafik pertumbuhan, meski masih terdapat beberapa anak yang memerlukan pendampingan lanjutan,” ucapnya menambahkan
Sementara itu, sektor pendidikan menjadi salah satu program unggulan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Mahasiswa rutin mengajar di SDN Linggarjati dengan menghadirkan pembelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Kewarganegaraan menggunakan metode interaktif melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, dan aktivitas kreatif.
Pendampingan juga diberikan kepada anak-anak PAUD Ciptarasa, yang diajak mengenal huruf, angka, doa-doa pendek, serta berbagai aktivitas yang merangsang perkembangan motorik dan kemampuan sosial mereka.
Tidak berhenti pada pembelajaran di sekolah, mahasiswa juga menghadirkan Taman Baca Mahakarya yang dibuka setiap sore. Program ini menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak desa untuk membaca bersama menggunakan koleksi buku yang tersedia maupun hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Kehadiran taman baca tersebut tidak hanya meningkatkan minat literasi, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.
Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diwujudkan melalui pembuatan tempat sampah sederhana berbahan lokal yang ditempatkan di sejumlah titik strategis desa. Mahasiswa bersama warga juga menggelar kerja bakti membersihkan permukiman, masjid, dan fasilitas umum dengan tingkat partisipasi masyarakat mencapai sekitar 70 persen.
Tak hanya itu, mahasiswa turut membantu melakukan perbaikan ringan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi sumber pasokan listrik utama masyarakat Kampung Adat Ciptarasa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan lingkungan, mahasiswa bersama perangkat desa dan masyarakat membangun sebuah pos ronda yang kini dimanfaatkan sebagai tempat berjaga malam sekaligus ruang berkumpul warga.
Di luar program utama, mahasiswa aktif membangun kedekatan sosial melalui kegiatan keagamaan. Setiap selepas Magrib, mereka mendampingi anak-anak dan remaja mengikuti pengajian di masjid setempat dengan materi membaca Al-Qur’an, doa-doa harian, hafalan surat pendek, serta pembiasaan salat berjamaah.
Kebersamaan semakin terasa saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, ketika mahasiswa bersama karang taruna dan warga menyelenggarakan berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Perayaan tersebut ditutup dengan tasyakuran sederhana yang semakin mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga Kampung Adat Ciptarasa.
Kresna, berharap seluruh program yang telah dijalankan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
“Harapan kami, program seperti reboisasi, taman baca, edukasi kesehatan, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat terus dilanjutkan oleh warga maupun kelompok KKN berikutnya. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan dan Kampung Adat Ciptarasa semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang selama ini dijaga,” pungkasnya. (*/wdy)











