sukabumimetro.com/ –– Ancaman serangan siber terhadap sistem pemerintahan menjadi perhatian serius Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi. Untuk mengantisipasi potensi peretasan yang dapat mengganggu pelayanan publik, Diskominfo mulai memperkuat sistem pertahanan digital melalui kegiatan asistensi sistem elektronik yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.
Kegiatan yang digelar Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi (Stadiksi) tersebut, menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan seluruh sistem elektronik milik Pemerintah Kota Sukabumi memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Terlebih, berbagai layanan pemerintahan saat ini semakin bergantung pada aplikasi dan website sebagai sarana pelayanan maupun pengelolaan informasi. Asistensi yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Diskominfo Kota Sukabumi itu melibatkan para pengelola sistem elektronik dari seluruh perangkat daerah. Pesertanya mencakup penanggung jawab aplikasi, pengelola website, hingga petugas teknologi informasi (IT) yang selama ini menangani operasional sistem digital di masing-masing instansi.
Kepala Bidang Stadiksi Diskominfo Kota Sukabumi, Fery Munggaran mengatakan, asistensi tersebut menyasar seluruh sistem elektronik yang digunakan perangkat daerah, baik yang dikembangkan secara swakelola maupun melalui pihak ketiga atau vendor. “Kami mengundang para penanggung jawab sistem elektronik dan petugas IT. Jadi sistem elektronik ini terdiri dari aplikasi ataupun website, baik yang melalui swakelola, atau yang melalui vendor, termasuk yang menggunakan subdomain sukabumikota.go.id,” kata Fery kepada Radar Sukabumi, Jumat (30/10).
Menurutnya, penguatan keamanan tidak cukup hanya dilakukan terhadap aplikasi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah. “Sistem yang dikembangkan pihak ketiga juga perlu mendapatkan perhatian karena seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem digital Pemerintah Kota Sukabumi,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo ingin memastikan para pengelola sistem elektronik memahami pentingnya keamanan informasi, termasuk mengenali potensi kerentanan yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber. “Salah satu fokus utama asistensi adalah mengoptimalkan kembali peran Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Pemerintah Kota Sukabumi,” ucapnya.
Tim tersebut memiliki peran penting dalam mengantisipasi, menangani, serta merespons berbagai insiden keamanan siber yang berpotensi menyasar sistem elektronik pemerintahan. “Ke depan kita optimalkan kembali (TTIS) agar tidak ada sistem elektronik yang diretas,” tegasnya.
Ia menilai, semakin banyaknya sistem pelayanan dan administrasi pemerintahan yang berbasis digital harus diimbangi dengan pengamanan yang memadai. Sebab, gangguan terhadap satu sistem elektronik saja berpotensi berdampak pada kelancaran pekerjaan perangkat daerah hingga pelayanan kepada masyarakat. “Karena itu, Diskominfo tidak hanya berfokus pada penguatan sistem di tingkat kota, tetapi juga berencana menginisiasi pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber di masing-masing perangkat daerah,” bebernya.
Langkah tersebut, diharapkan membuat penanganan potensi gangguan keamanan digital bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Dengan adanya tim di tingkat perangkat daerah, setiap instansi diharapkan memiliki kesiapan dalam mendeteksi indikasi serangan, melaporkan insiden, serta melakukan langkah awal penanganan sebelum gangguan berkembang lebih luas. Selain memperkuat koordinasi internal, Diskominfo Kota Sukabumi juga akan meningkatkan sinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun sistem keamanan informasi yang lebih tangguh,” imbuhnya.
Fery berharap, melalui asistensi ini, seluruh perangkat daerah semakin memahami bahwa keamanan siber bukan sekadar urusan teknis petugas IT, melainkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan sistem pemerintahan digital. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang aman, andal, dan terpercaya. “Sebab, di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi, menjaga keamanan data dan sistem elektronik menjadi fondasi penting agar transformasi digital tidak justru membuka celah bagi ancaman kejahatan siber,” tutupnya. (bam)



