sukabumimetro.com/ – Pembangunan kawasan industri dan kawasan perkotaan menjadi salah satu agenda jangka panjang Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menargetkan kedua kawasan itu dapat dikembangkan dalam 10 tahun ke depan dengan melibatkan pengusaha lokal dan investor dari luar daerah.
Rencana itu disampaikan Ayep seusai menghadiri pelantikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi, Elis Sugiarti, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.
Menurutnya, keberadaan Kadin diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Ayep mengungkapkan, kawasan industri direncanakan berada di Kecamatan Lembursitu, sedangkan kawasan perkotaan akan diarahkan ke Kecamatan Cibeureum.
Pengembangan dua kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik Kota Sukabumi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perkotaan yang dapat melayani masyarakat dari wilayah Sukabumi hingga Cianjur.
"Target kita 10 tahun ke depan akan mendirikan satu kawasan industri dan satu kawasan perkotaan di Kota Sukabumi, sehingga kita bisa menampung masyarakat Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, maupun Cianjur, kurang lebih ada enam juta orang. Supaya di sini punya kota representatif," ujar Ayep.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan industri tidak hanya berorientasi pada masuknya investasi, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, aktivitas industri diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Kita punya kawasan industri untuk menyelesaikan masalah pengangguran," katanya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Ayep menginginkan adanya konsorsium yang melibatkan pengusaha lokal dan pengusaha dari Jawa Barat. Skema ini diharapkan membuka ruang kepemilikan yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya terpusat pada satu korporasi.
Ia juga menyebut Pemerintah Kota Sukabumi berpeluang memiliki bagian dalam pengembangan kawasan tersebut. Dengan pola kemitraan itu, manfaat ekonomi yang dihasilkan diharapkan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
"Bukan dimiliki oleh salah satu korporasi saja, tapi dimiliki oleh masyarakat kita. Pemkot juga ada di situ. Itu yang penting, jadi ada keberlangsungan untuk membangun ekonomi yang bisa dinikmati oleh masyarakat," tegasnya.
Ayep turut menyoroti pentingnya menjaga harga tanah agar tetap terkendali selama proses perencanaan dan pengembangan kawasan. Ia menilai kepastian lahan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar rencana pembangunan dapat berjalan tanpa membebani proses investasi.
Di sisi lain, pelantikan Elis Sugiarti sebagai Ketua Kadin Kota Sukabumi diharapkan memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan tersebut. Ayep menyebut dukungan dari Kadin Jawa Barat menjadi modal awal untuk membangun komunikasi dan menjajaki kolaborasi dengan para investor.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Sukabumi, Elis Sugiarti, menyambut positif rencana pembangunan kawasan industri dan kawasan perkotaan yang digagas wali kota. Ia menyatakan siap mendorong keterlibatan pengusaha lokal sekaligus membuka jaringan dengan investor dari luar daerah.
"Saya sangat mengapresiasi keinginan wali kota. Semoga apa yang diharapkan bisa terwujud dengan keberadaan saya sekarang selaku Ketua Kadin Kota Sukabumi, dengan menggalang beberapa investor dari luar serta para pengusaha lokal," kata Elis.
Lanjut Elis, pembangunan kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi berantai, mulai dari kebutuhan lahan, proses pembebasan tanah, masuknya investasi, hingga terciptanya lapangan kerja. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pengusaha lokal, dan investor eksternal perlu dibangun agar rencana itu dapat direalisasikan.
Elis menambahkan, Kadin Kota Sukabumi siap mendukung upaya menjadikan kawasan tersebut sebagai daya tarik baru bagi dunia usaha. Melalui jaringan yang dimiliki, baik di tingkat lokal maupun internasional, Kadin berupaya membuka peluang kerja sama yang dapat memperkuat posisi Kota Sukabumi sebagai tujuan investasi.
"Artinya akan menjadi magnet investor. Insyaallah, kita akan selalu berusaha karena kita membuka jaringan, dari lokal sampai internasional," ujarnya.
Meski demikian, rencana pembangunan kawasan industri di Lembursitu dan kawasan perkotaan di Cibeureum masih memerlukan tahapan perencanaan, penyiapan lahan, skema investasi, serta kesepakatan antarpihak.
Realisasi kedua proyek tersebut akan menjadi penentu sejauh mana ambisi membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru dapat diterjemahkan menjadi investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat Kota Sukabumi. (ris)



