Kota Sukabumi

Cegah Korban Jiwa Akibat Lambatnya Bantuan, Dinkes Siapkan Pusat Operasi Darurat

×

Cegah Korban Jiwa Akibat Lambatnya Bantuan, Dinkes Siapkan Pusat Operasi Darurat

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan melalui rencana pembentukan Health Emergency Operations Center (HEOC) atau Pusat Operasi Darurat Kesehatan. Langkah ini, disiapkan agar penanganan kesehatan saat bencana dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Upaya tersebut, dibahas dalam pertemuan koordinasi penanggulangan krisis kesehatan yang digelar di salah satu hotel Kota Sukabumi. Kegiatan ini, menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Barat dengan fokus pada penguatan Klaster Kesehatan serta persiapan pembentukan HEOC di Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina mengatakan, pertemuan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi berbagai potensi krisis kesehatan. “Penguatan Klaster Kesehatan dan penyiapan HEOC menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur yang terlibat memahami peran serta tanggung jawabnya ketika situasi darurat terjadi,” kata Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah kepada Radar Sukabumi, Kamis (29/10).

Lanjut Ida, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebatas koordinasi dan pembahasan. Pertemuan ini harus menjadi titik awal untuk menghasilkan langkah konkret dalam membangun sistem penanggulangan krisis kesehatan yang lebih siap dan terstruktur. “Pentingnya pemetaan risiko serta kapasitas kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, struktur organisasi, pembagian tugas, dan mekanisme kerja Klaster Kesehatan perlu diperjelas agar setiap unsur dapat bergerak secara terpadu ketika menghadapi keadaan darurat. Ketika sudah terjadi kita sudah bisa memahami apa yang harus dilakukan, siapa berbuat apa, kesiapan-kesiapan logistik itu semua sudah direncanakan secara tepat dan juga bisa melakukan pengambilan keputusan secara tepat, sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,” ucapnya.

Menurutnya, kejelasan prosedur dan kesiapan sumber daya menjadi faktor penting untuk mencegah keterlambatan penanganan ketika bencana atau krisis kesehatan terjadi. “Dalam situasi darurat, koordinasi yang tidak efektif dapat menghambat distribusi bantuan, mobilisasi tenaga kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan medis masyarakat terdampak,” cetusnya.

Karena itu, Dinkes Kota Sukabumi juga mendorong persiapan pembentukan HEOC secara bertahap. Pusat operasi ini diharapkan menjadi bagian dari sistem koordinasi yang mendukung pengumpulan informasi, komunikasi antarlembaga, serta pengambilan keputusan dalam penanganan kedaruratan kesehatan. “Pembahasan dalam pertemuan tersebut turut mencakup mekanisme kerja Klaster Kesehatan, alur pertukaran data, prosedur peringatan dini, serta pembagian peran setiap lembaga saat terjadi keadaan darurat. Seluruh aspek tersebut dinilai penting agar respons penanganan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang akurat dan kebutuhan di lapangan,” bebernya.

Selain penguatan koordinasi, Ida juga menekankan perlunya membangun sistem informasi dan komunikasi yang cepat, akurat, serta terintegrasi. “Dengan dukungan sistem tersebut, informasi mengenai kondisi kesehatan masyarakat, kebutuhan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, dan logistik dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan,” ulasnya.

Dinkes Kota Sukabumi juga akan mendorong penyusunan rencana tindak lanjut yang terukur, mulai dari pemetaan risiko, penguatan kapasitas personel, hingga penyiapan mekanisme operasional pusat darurat kesehatan. Melalui langkah ini, kesiapsiagaan penanggulangan krisis kesehatan di Kota Sukabumi diharapkan semakin kuat. “Bukan hanya dalam merespons bencana setelah terjadi, tetapi juga dalam membangun sistem koordinasi yang mampu mempercepat penanganan dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam situasi darurat,” tutupnya. (bam)