Kota Sukabumi

TPT Ambruk, BPBD Kota Sukabumi Soroti Tumpukan Sampah

×

TPT Ambruk, BPBD Kota Sukabumi Soroti Tumpukan Sampah

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Ambruknya tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Utama Gading Kencana, RW 17, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

Saat melakukan pemantauan di lokasi, petugas juga menemukan tumpukan sampah di aliran sungai yang berpotensi memperbesar risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin mengatakan, pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini pascaambruknya TPT sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi. Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan sejumlah material sampah yang menumpuk di aliran sungai.

“Kondisi ini menjadi perhatian karena sampah yang menghambat aliran air dapat meningkatkan risiko luapan, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan deras,” kata Yoseph kepada Radar Sukabumi, Selasa (27/10).

Sebagai langkah antisipasi, petugas BPBD berupaya mengangkat sebagian material sampah yang ditemukan. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi hambatan aliran air sekaligus meminimalkan potensi risiko bagi masyarakat di sekitar lokasi.

“Monitoring ini melibatkan 10 personel lapangan yang melakukan pengecekan kondisi lingkungan dan penanganan awal sesuai kebutuhan di lokasi kejadian,” ujarnya.

Sementara itu, TPT yang ambruk masih dalam proses pengajuan perbaikan. Penanganan permanen diperlukan agar kondisi tersebut tidak terus menjadi sumber kekhawatiran, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar Jalan Utama Gading Kencana.

BPBD juga mengingatkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga perlu dibarengi dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan.

“Tumpukan sampah di aliran sungai perlu mendapat perhatian bersama agar tidak menimbulkan persoalan baru saat hujan dengan intensitas tinggi,” bebernya.

Melalui kegiatan monitoring tersebut, BPBD Kota Sukabumi berupaya memastikan kondisi wilayah tetap terpantau dan potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan sungai serta segera melaporkan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga,” tutupnya. (bam)