sukabumimetro.com/ – Optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Sukabumi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penguatan penerimaan pajak membutuhkan keterlibatan aparatur kewilayahan agar potensi yang ada dapat digali secara maksimal.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh, bersama Asisten Daerah (Asda) dan para camat se-Kota Sukabumi membahas strategi optimalisasi tersebut dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Bagian Pemerintahan Setda Kota Sukabumi.
Sandra menegaskan, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan daerah.
“Optimalisasi penerimaan PBB-P2 perlu didukung sinergi seluruh perangkat daerah, terutama dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan menggali potensi penerimaan yang belum maksimal. Dengan koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan penerimaan PAD Kota Sukabumi dapat meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, optimalisasi PBB-P2 tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penerimaan, tetapi juga upaya membangun kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Peran kecamatan dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan strategi tersebut hingga menjangkau masyarakat di wilayah masing-masing.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan. Karena itu, kolaborasi dan partisipasi masyarakat perlu terus diperkuat agar pengelolaan penerimaan pajak berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Melalui koordinasi tersebut, BPKPD bersama jajaran kewilayahan mendorong pengelolaan PBB-P2 yang lebih optimal. Peningkatan kepatuhan wajib pajak dan penggalian potensi penerimaan diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
“Upaya ini sejalan dengan semangat “Pajak Taat, PAD Meningkat, Kota Sukabumi Bercahaya”,” tandasnya. (ris)



