Kota Sukabumi

Bukan Es Segar! ‘Cendol’ Bikin Anak-Anak TK di Sukabumi Ketagihan Datang ke Perpustakaan

×

Bukan Es Segar! ‘Cendol’ Bikin Anak-Anak TK di Sukabumi Ketagihan Datang ke Perpustakaan

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Mengenalkan buku kepada anak-anak tidak harus dimulai dengan duduk diam dan membaca halaman demi halaman. Cerita, dongeng, tayangan edukatif, hingga permainan dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.

Pendekatan itulah yang dihadirkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi saat menerima kunjungan anak-anak TK Negeri Pembina Lembursitu.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal perpustakaan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, termasuk mengunjungi mini studio dan mengikuti program Cerita & Dongeng Online (Cendol).

Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Olga Pragosta, menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak anak masih berada pada usia dini.
Menurutnya, perpustakaan perlu menjadi ruang yang ramah anak, tempat mereka tidak hanya menemukan buku, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Pengenalan literasi sejak dini sangat penting untuk membangun minat baca anak. Karena itu, perpustakaan harus bisa menghadirkan suasana yang menarik, sehingga anak-anak merasa senang berkunjung dan mulai mengenal buku sebagai sumber pengetahuan sekaligus sarana berimajinasi,” ujar Olga.

Melalui mini studio, anak-anak menyaksikan program Cendol yang menyajikan cerita dan dongeng secara daring. Penyampaian cerita dengan cara yang menarik diharapkan membantu anak mengenal beragam kisah sekaligus merangsang imajinasi mereka.

Kegiatan kemudian berlanjut di Ruang Anak. Di tempat tersebut, anak-anak berkesempatan bermain sambil membaca, mengenali buku bergambar, serta menjelajahi cerita sesuai dengan ketertarikan masing-masing.

“Bagi anak usia dini, pengalaman berinteraksi langsung dengan buku menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan dengan aktivitas membaca. Suasana yang menyenangkan juga dapat membantu menghilangkan anggapan bahwa membaca merupakan kegiatan yang membosankan,” kata Olga.

Olga berharap kunjungan edukatif semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama antara perpustakaan, sekolah, dan keluarga dalam menumbuhkan budaya literasi. Kebiasaan membaca, menurutnya, perlu diperkenalkan secara bertahap dan dilakukan secara konsisten agar berkembang menjadi bagian dari keseharian anak.

“Harapannya, setelah berkunjung ke perpustakaan, anak-anak tidak hanya membawa pengalaman baru, tetapi juga tumbuh keinginan untuk kembali membaca. Dukungan guru dan orang tua sangat diperlukan agar kebiasaan tersebut terus berkembang, baik di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya. (ris)