Kota Sukabumi

Cikundul Sundara dan Wayang Sukuraga Tembus 5 Besar SWJ-MFT 2026

×

Cikundul Sundara dan Wayang Sukuraga Tembus 5 Besar SWJ-MFT 2026

Sebarkan artikel ini
Cikundul-Sundara

CIKOLE – Upaya Kota Sukabumi memperkuat sektor pariwisata kembali mendapat perhatian di tingkat Jawa Barat. Dua potensi wisata daerah, yakni Cikundul Sundara dan Wayang Sukuraga, berhasil masuk dalam jajaran lima besar Smiling West Java – Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026.

Masuknya dua destinasi tersebut menjadi sinyal potensi wisata Kota Sukabumi tidak hanya bertumpu pada keindahan tempat, tetapi juga pada pengalaman wisata yang mengedepankan kenyamanan, nilai budaya, serta kebutuhan wisatawan muslim.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan Cikundul Sundara menawarkan daya tarik wisata berbasis alam, sementara Wayang Sukuraga membawa kekuatan seni dan budaya khas Sukabumi.

“Jadi keduanya dinilai memiliki karakter yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata ramah muslim di Jawa Barat,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, pada Jumat (7/8).

Ia menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua potensi wisata Kota Sukabumi masuk lima besar merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun kualitas destinasi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah.

“Alhamdulillah, Cikundul Sundara dan Wayang Sukuraga bisa masuk lima besar SWJ-MFT 2026. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kota Sukabumi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan pariwisata,” kata Rahmat.

Ia menilai konsep Muslim Friendly Tourism memiliki ruang pengembangan yang cukup besar. Wisata ramah muslim, kata Rahmat, bukan berarti hanya ditujukan bagi wisatawan muslim, melainkan bagaimana destinasi mampu menyediakan lingkungan wisata yang nyaman, aman, bersih, serta memenuhi kebutuhan wisatawan secara lebih inklusif.

“Pariwisata ramah muslim ini bukan hanya soal wisatawan muslim, tetapi bagaimana kita menghadirkan destinasi yang nyaman, aman dan memberikan kemudahan bagi wisatawan. Ini menjadi bagian yang terus kami dorong,” bebernya.

Ia menkelaskan, proses menuju lima besar SWJ-MFT 2026 sendiri tidak dilakukan secara sederhana. Penilaian melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan data, verifikasi hingga kurasi yang dilakukan Tim Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung.

“Tentumya proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap peserta dinilai berdasarkan indikator dan bukti dukung yang telah disampaikan,” ungkapnya.

Wayang-Sukuraga
Wayang Sukuraga

Rahmat mengatakan, hasil tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Kota Sukabumi untuk melihat sejauh mana kesiapan destinasi wisata dalam memenuhi standar pariwisata yang semakin berkembang.

“Masuk lima besar ini jangan hanya dilihat sebagai penghargaan, tetapi juga menjadi evaluasi bagi kami. Masih ada tahapan berikutnya dan tentu ada hal-hal yang harus terus diperbaiki,” ungkapnya.

Cikundul Sundara dan Wayang Sukuraga kini akan melanjutkan proses penilaian untuk menentukan penerima penghargaan SWJ-MFT Award 2026.
“Tahapan tersebut menjadi ruang bagi Kota Sukabumi untuk kembali menunjukkan keunggulan sekaligus konsistensi dalam mengembangkan pariwisata yang inklusif,” ucap dia.

Di sisi lain, capaian tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap ekosistem pariwisata lokal. Ketika destinasi semakin dikenal, peluang bagi pelaku usaha, pekerja kreatif, seniman, UMKM, hingga masyarakat di sekitar kawasan wisata ikut terbuka.

“Harapannya tentu semakin banyak orang mengenal destinasi wisata di Kota Sukabumi. Kemudian kunjungan wisata meningkat dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” tutur Rahmat.

Ia menambahkan, pengembangan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pengelola destinasi, komunitas, pelaku usaha, masyarakat hingga sektor kreatif perlu bergerak bersama untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas.

Bagi Kota Sukabumi, masuknya Cikundul Sundara dan Wayang Sukuraga ke lima besar SWJ-MFT 2026 menjadi pijakan untuk terus memperkuat identitas wisata daerah. Alam dan budaya tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang nyaman dan semakin kompetitif.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Mudah-mudahan pada tahapan selanjutnya Kota Sukabumi bisa mendapatkan hasil terbaik,” pungkas Rahmat. (ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *