sukabumimetro.com/ – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan terus dilakukan di Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Sebanyak 50 unit rumah warga mendapatkan bantuan pembangunan septic tank dari pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi dengan nilai anggaran sekitar Rp352 juta.
Program tersebut, menjadi langkah penting untuk memperluas akses sanitasi layak bagi masyarakat, terutama keluarga yang belum memiliki fasilitas septic tank. Selain mendorong lingkungan yang lebih sehat, pembangunan ini juga diprioritaskan bagi keluarga rawan stunting yang membutuhkan dukungan terhadap kualitas sanitasi rumah tangga.
Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Nanggeleng, Dede mengatakan, pembangunan septic tank telah berlangsung sekitar dua bulan. Dari total 50 unit yang dialokasikan, sebanyak 35 unit telah dibangun di rumah penerima manfaat yang tersebar di empat RW. “Pelaksanaannya sudah kurang lebih dua bulan. Kelurahan Nanggeleng mendapatkan bantuan 50 unit septic tank, senilai sekitar Rp352 juta. Kita sudah melaksanakan pembangunan di 35 rumah penerima manfaat yang tersebar di empat RW,” jelas Dede kepada Radar Sukabumi, Rabu (28/10).
Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dan kedua telah dilaksanakan, sedangkan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan tahap ketiga untuk melanjutkan pembangunan di rumah warga yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. “Program tersebut tidak sekadar membangun fasilitas sanitasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” paparnya.
Menurutnya, sanitasi yang memadai dinilai berperan penting dalam mendukung kesehatan keluarga sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah domestik yang tidak sesuai. Dalam pelaksanaannya, penerima bantuan diprioritaskan bagi keluarga rawan stunting serta warga yang belum memiliki fasilitas septic tank. “Penentuan sasaran tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperluas akses terhadap sarana sanitasi yang lebih layak,” ucapnya.
Meski demikian, pembangunan septic tank di kawasan permukiman padat bukan tanpa tantangan. Dede mengungkapkan, salah satu kendala yang kerap ditemui di lapangan adalah jarak antarrumah yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat petugas harus menyesuaikan penempatan septic tank dengan ketersediaan lahan di masing-masing rumah. “Untuk kendala di lapangan, salah satunya jarak rumah yang berdekatan dan sulit mencari lahan yang cukup luas untuk penempatan septic tank. Namun, sejauh ini proses pemasangan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri karena pembangunan fasilitas sanitasi harus menyesuaikan kondisi fisik rumah dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pelaksanaan di lapangan membutuhkan pengaturan agar pembangunan tetap berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat. Dede berharap, seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan dengan baik sehingga 50 keluarga penerima bantuan bisa segera menikmati fasilitas sanitasi yang lebih memadai. “Dengan tersedianya septic tank, masyarakat diharapkan semakin terbantu dalam menjaga kebersihan rumah sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat,” tutupnya. (Bam)



