sukabumimetro.com/ – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Sukabumi menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa persatuan bangsa harus berujung pada kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menilai perjuangan membangun bangsa tidak cukup berhenti pada kuatnya persatuan, tetapi harus dilanjutkan dengan menghadirkan kemakmuran yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ayep saat memimpin apel peringatan Hari Sumpah Pemuda di Plaza Kota Sukabumi, Rabu (28/10). Menurutnya, ikrar Sumpah Pemuda 1928 telah memperkokoh persatuan bangsa, sementara Deklarasi Djuanda 1957 menegaskan kesatuan wilayah Indonesia.
"Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan persatuan tersebut mampu menghadirkan keadilan, kesempatan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat," ujarnya.
Ayep mengajak generasi muda, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mengambil peran nyata dalam pembangunan. "Kota Sukabumi harus menjadi ruang yang memberikan kesempatan kepada anak muda untuk belajar, bekerja, berwirausaha, dan menghasilkan karya, tanpa ada kelompok masyarakat yang tertinggal," tegasnya.
Dalam apel tersebut, Ayep juga membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, yang menekankan pentingnya membentuk generasi muda patriotik, gigih, dan berempati. Ketiga karakter itu perlu diwujudkan melalui pengabdian, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.
"Semangat ini penting agar pemuda tidak hanya menjadi penonton saja dalam pembangunan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan. Kemampuan belajar, keberanian memimpin, kreativitas, dan kesediaan melayani masyarakat menjadi bekal untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat karakter bangsa," harapnya.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi generasi muda, pada akhir kegiatan Ayep menyerahkan piagam kepada sejumlah pemuda dan pemudi berprestasi di Kota Sukabumi. "Apresiasi ini diharapkan mendorong mereka terus mengembangkan potensi dan kreativitas serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya.
Ayep menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata terlihat dari perubahan fisik kota, tetapi juga dari meningkatnya taraf hidup masyarakat.
"Jadi momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur perlu diwujudkan melalui kerja bersama, dimulai dari Kota Sukabumi," pungkasnya. (ris)



