sukabumimetro.com/ – Peluang kerja di luar negeri menjadi salah satu jalan yang didorong Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.I Melalui program Pasim Go, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipersiapkan agar memiliki keterampilan dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan, persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan lowongan kerja dari pemerintah. Masyarakat perlu didorong untuk mengambil peluang yang tersedia, baik melalui pekerjaan formal, kewirausahaan, maupun pengembangan usaha produktif.
“Pengangguran harus kita selesaikan bersama. Masyarakat harus memiliki aktivitas yang produktif, baik dengan bekerja, berwirausaha, maupun membangun usaha. Pemerintah Kota Sukabumi mendukung berbagai upaya yang dapat membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat melepas peserta program Pasim Go di Lapang Apel Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, pada Senin (19/10).
Ia menjelaskan, program tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan kesiapan masyarakat. Peluang bekerja di luar negeri dinilai dapat dimanfaatkan sepanjang calon pekerja memiliki kompetensi, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya negara tujuan.
Ayep juga mengapresiasi peran lembaga pelatihan dan penyalur tenaga kerja, di antaranya Pasim, Politeknik, Taman Siswa (Tamsis), Delta, serta P3MI.
“Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk menyiapkan calon pekerja migran agar tidak hanya berangkat bekerja, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pembangunan ketenagakerjaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Jadi masyarakat didorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan peluang ekonomi, sementara pemerintah perlu memastikan program yang dijalankan berorientasi pada hasil dan peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta Pasim Go dilepas untuk mengikuti penempatan kerja di sejumlah negara. Berdasarkan rincian yang disampaikan, 25 peserta ditujukan ke Jepang, 15 peserta ke Turki, dan empat peserta ke Malaysia.
“Dari 44 orang yang akan berangkat, 40 peserta yang dapat mengikuti apel ini, karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan hari ini,” ungkapnya.
Pihaknya berharap kemitraan dengan lembaga pelatihan dan pihak terkait dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan yang layak.
“Tentu dengan persiapan yang memadai, kesempatan kerja di luar negeri diharapkan menjadi pilihan produktif bagi warga sekaligus berkontribusi terhadap upaya mengurangi pengangguran di daerah,” tandasnya. (ris)



