Ketiganya dapat dipertemukan dalam sebuah cita-cita: negara yang tidak hanya mengurus rakyat, tetapi juga membangun kemampuan rakyat; negara yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperluas kesempatan; dan negara yang tidak hanya mengklaim keberhasilan pembangunan, tetapi memastikan masyarakat memiliki kapasitas untuk mempertahankan serta mengembangkan hasilnya.
Dalam konteks Hari Santri, cita-cita tersebut dapat diterjemahkan secara sederhana: santri harus memperoleh kesempatan untuk menjadi manusia yang berilmu, mandiri, dan bermanfaat, sementara negara bertanggung jawab memastikan kesempatan itu tersedia secara adil. Negara hadir untuk menjamin keadilan. Negara bekerja untuk membangun kemampuan. Dan keberhasilan negara tercermin pada martabat serta kemandirian rakyatnya.
Selamat Hari Santri 2026. ***