SEPAKBOLA

Saat Pascal Struijk Ditolak Belanda, Peluang Debut Indonesia Terbuka di Piala Asia

×

Saat Pascal Struijk Ditolak Belanda, Peluang Debut Indonesia Terbuka di Piala Asia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia kini menatap tantangan lebih besar di Piala Asia 2027. Pelatih John Herdman menegaskan akan membawa full squad terbaik, termasuk sejumlah pemain baru dan mereka yang pulih dari cedera.

Kemenangan atas Thailand lewat adu penalti 4-2 di final ASEAN Cup bukan hanya menghadirkan trofi perdana, tetapi juga bonus finansial dari FIFA senilai sekitar 650 ribu dolar AS (Rp1,6 miliar). Ditambah uang partisipasi, total pendapatan Garuda bisa menembus Rp1,8 miliar.

Bedah Lawan di Grup F Piala Asia 2027

  • Jepang: Raksasa Asia dengan empat trofi Piala Asia dan konsistensi tampil di Piala Dunia sejak 1998. Indonesia selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir, termasuk 0-6 di kualifikasi Piala Dunia 2026.
  • Qatar: Juara bertahan dua edisi beruntun, sekaligus tim dengan ranking FIFA terbaik keenam di Asia. Sejak Piala Dunia 2022, sepak bola Qatar berkembang pesat dan jadi kekuatan baru.
  • Thailand: Rival abadi Indonesia di ASEAN. Meski Garuda baru saja menaklukkan mereka di final ASEAN Cup, Thailand tetap menjadi lawan berat dengan ranking FIFA tertinggi di Asia Tenggara.

Indonesia akan menghadapi Jepang pada 11 Januari, Qatar pada 16 Januari, dan Thailand pada 20 Januari 2027 di Arab Saudi.

Pascal Struijk: Peluang Debut Terbuka

Nama Pascal Struijk, bek Brighton berusia 27 tahun, kembali mencuat. Setelah tak dipanggil timnas Belanda oleh pelatih Xavi Hernandez untuk UEFA Nations League, peluang Struijk membela Indonesia di Piala Asia terbuka lebar.