Kota Sukabumi

Ponpes Dzikir Al Fath Gembleng 54 Satpam

×

Ponpes Dzikir Al Fath Gembleng 54 Satpam

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Sebanyak 54 anggota satuan pengamanan (Satpam) asal Jakarta mengikuti pelatihan Bina Mental dan Kanuragan (Bintara) Security di Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath, Kota Sukabumi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan bela diri, tetapi juga penguatan mental spiritual, kedisiplinan, serta pembentukan karakter untuk menunjang profesionalisme petugas keamanan.

Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al Fath, KH. Fajar Laksana mengatakan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan dakwah, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan menjadi salah satu cara untuk menerjemahkan nilai-nilai pesantren ke dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Pesantren harus mampu menghadirkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain pendidikan dan dakwah, pemberdayaan merupakan fungsi penting pesantren untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” kata Fajar kepada Radar Sukabumi, Jumat (23/10).

Dalam pelaksanaannya, Ponpes Modern Dzikir Al Fath bekerja sama dengan PT Garda Utama Arthadarma yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan satuan pengamanan. “Materi pembinaan dibagi menjadi dua aspek utama, yakni penguatan spiritual melalui pendalaman ajaran Islam dan pembiasaan ibadah, serta peningkatan kemampuan fisik dan ketangkasan bela diri melalui Perguruan Silat (PS) Sang Maung Bodas,” ujarnya.

Fajar menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk personel keamanan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki pengendalian diri, sikap disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ia berharap perpaduan pembinaan mental spiritual dan kemampuan fisik dapat meningkatkan kesiapan peserta menghadapi berbagai tantangan di lapangan. “Pemberdayaan berarti membuat mereka yang belum mampu menjadi mampu, yang masih lemah menjadi lebih kuat, serta mereka yang sudah baik menjadi semakin baik,” ucapnya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Pelatihan ini juga dikaitkan dengan semangat Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad 1945 yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Fajar menegaskan, semangat perjuangan ulama dan santri perlu diteruskan melalui kontribusi nyata yang sesuai dengan kebutuhan zaman. “Resolusi Jihad mengingatkan kita bahwa pesantren memiliki peran dalam pendidikan, perjuangan mempertahankan NKRI, dan menjaga nilai-nilai agama. Semangat itu perlu dilanjutkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui pelatihan Bintara Security, Ponpes Modern Dzikir Al Fath berharap peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat semakin luas. “Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga keamanan yang berkarakter, terampil, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan spiritual dan kebutuhan profesional di dunia kerja,” tukasnya. (bam)