Ia menekankan bahwa meski haji adalah ibadah umat Islam, semangat untuk memberikan dukungan pelayanan kepada sesama merupakan nilai kemanusiaan yang dapat melibatkan siapa saja. Dengan pelibatan lintas agama, penyelenggaraan haji diharapkan memperkuat hubungan antarkelompok masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pelayanan publik.
Melalui gagasan ini, Kemenhaj ingin mendorong penyelenggaraan haji yang tidak hanya berorientasi pada kualitas pelayanan ibadah, tetapi juga mencerminkan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.(*)

