SUKABUMI –Masyarakat Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul dugaan penipuan yang mencatut nama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman.
Pelaku diduga menggunakan nomor WhatsApp untuk mengelabui masyarakat dengan mengatasnamakan pejabat tersebut.
Nomor WhatsApp +62 896-7532-6154 menjadi perhatian setelah diketahui mengatasnamakan Endang Suherman. Endang pun angkat bicara dan menegaskan bahwa nomor tersebut bukan miliknya.
“Saya tegaskan bahwa nomor itu bukan nomor saya. Saya mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak langsung percaya jika ada pesan yang mengatasnamakan saya,” tegas Endang, Kamis (15/10).
Ia mengingatkan, masyarakat maupun orang-orang yang mengenalnya agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau komunikasi dari nomor yang belum terverifikasi. Terlebih, jika pengirim mulai menyampaikan permintaan tertentu yang berpotensi merugikan penerima pesan.
Menurut Endang, modus pencatutan nama pejabat melalui komunikasi digital bukan kali pertama terjadi. Sejumlah rekannya juga disebut pernah mengalami kejadian serupa.
Karena itu, ia meminta masyarakat segera melakukan klarifikasi melalui saluran komunikasi yang benar-benar diketahui keasliannya apabila menerima pesan mencurigakan.
Jika identitas pengirim tidak dapat dipastikan, masyarakat disarankan mengabaikan pesan tersebut.
“Modus seperti ini sudah banyak menimpa rekan-rekan yang lain. Dan saya pastikan bahwa itu bukan nomor saya. Kalau dapat pesan dari nomor itu silakan klarifikasi langsung atau abaikan saja,” ujarnya.
Endang juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memenuhi permintaan dari nomor tersebut, terutama yang berkaitan dengan uang, data pribadi, maupun informasi rahasia.
Ia berharap masyarakat tidak menjadi korban akibat kurangnya kewaspadaan dalam menerima informasi melalui aplikasi pesan instan.
Verifikasi identitas pengirim dinilai penting sebelum mengambil tindakan atau menuruti permintaan apa pun.
“Saya berharap masyarakat Kabupaten Sukabumi lebih waspada agar tidak menjadi korban dari pelaku,” pungkasnya. (Ndi)