Kota Sukabumi

Hari Kebaya Nasional 2026 di Sukabumi, Ranty Rachmatilah: Momentum Merawat Budaya dan Berbagi Kasih

×

Hari Kebaya Nasional 2026 di Sukabumi, Ranty Rachmatilah: Momentum Merawat Budaya dan Berbagi Kasih

Sebarkan artikel ini
Hari Kebaya Nasional di Sukabumi

CIKOLE – Peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 di Sukabumi diisi dengan cara berbeda. Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Sukabumi Raya memilih merayakannya bersama para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Asisi, Rabu (29/7), sebagai wujud kepedulian sekaligus upaya merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.

Mengusung tema “Merawat Budaya, Menebar Bahagia, Peluk Hangat untuk Lansia”, kegiatan berlangsung hangat dengan dihadiri Ketua TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Pembina PBI Sukabumi Raya, Ranty Rachmatilah, Ketua PBI Sukabumi Raya Fonna Melania, jajaran pengurus PBI, serta sejumlah mitra yang turut memberikan layanan kesehatan dan hiburan bagi para penghuni panti.

Ketua PBI Sukabumi Raya, Fonna Melania, mengatakan Hari Kebaya Nasional bukan sekadar momentum mengenakan busana tradisional, melainkan kesempatan untuk menghidupkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kebaya adalah simbol jati diri perempuan Indonesia sekaligus pengingat akan nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Karena itu kami ingin peringatannya tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia yang telah lebih dulu menjaga budaya bangsa,” ujarnya.

Fonna berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar pelestarian budaya berjalan berdampingan dengan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ranty Rachmatilah mengapresiasi inisiatif PBI Sukabumi Raya yang memilih berbagi kebahagiaan bersama para lansia. Menurutnya, makna kebaya tidak hanya terletak pada pakaian yang dikenakan, tetapi juga pada sikap menghormati, menyayangi, dan menghargai sesama.

“Melestarikan kebaya berarti juga menjaga nilai-nilai yang ada di dalamnya. Hari ini kita belajar bahwa perhatian, senyuman, dan kebersamaan adalah hadiah yang sangat berarti bagi para orang tua kita,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Kebaya Nasional sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin kebaya bukan hanya simbol warisan budaya Indonesia, tetapi juga lambang kehangatan, empati, dan semangat berbagi kepada sesama,” tukasnya. (ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *