sukabumimetro.com/ – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, bersama RSUD R. Syamsudin, S.H terus memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui sinkronisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang dilakukan secara intensif bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Langkah tersebut, menjadi bagian penting dalam upaya mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS Reborn) dengan sertifikat elektronik nasional. Integrasi ini diharapkan mampu membuat berbagai proses administrasi dan pelayanan rumah sakit semakin cepat, aman, serta memiliki kepastian hukum.
Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi, Fery Munggaran mengatakan, melalui penerapan TTE, sejumlah dokumen penting di lingkungan rumah sakit, seperti rekam medis, resep hingga surat rujukan, dapat ditandatangani secara elektronik. Dokumen tersebut pun memiliki keabsahan dan kekuatan hukum sebagaimana dipersyaratkan dalam sistem layanan digital. Proses sinkronisasi TTE sendiri telah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan terus dimatangkan. “Sasaran penerapannya cukup besar, yakni mencakup sekitar 1.400 pegawai RSUD R. Syamsudin, baik tenaga medis maupun tenaga kesehatan yang membutuhkan sertifikat elektronik dalam menjalankan tugas pelayanan,” kata Fery kepada Radar Sukabumi, Rabu (9/9).
Lanjut Fery, penerapan TTE menjadi salah satu langkah strategis untuk memangkas proses administrasi yang selama ini bergantung pada dokumen fisik. “Dengan penerapan TTE, proses administrasi menjadi lebih cepat, aman, dan paperless. Selain itu juga mendukung e-claim untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi tersebut bukan sekadar perubahan dari tanda tangan manual menjadi elektronik. “Lebih jauh, sistem ini menjadi bagian dari penguatan keamanan informasi, terutama dalam menjaga keaslian berbagai dokumen pelayanan serta mengurangi risiko pemalsuan,” ucapnya.
Fery menambahkan, sinkronisasi bersama BSSN juga diharapkan dapat memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pengelolaan data dan dokumen digital di RSUD R. Syamsudin. Keamanan menjadi perhatian penting karena rumah sakit mengelola berbagai informasi yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien. “Diharapkan integrasi ini dapat mempermudah pelayanan, menjamin akuntabilitas, dan mewujudkan RSUD Syamsudin sebagai rumah sakit yang modern, akuntabel, serta siap menghadapi era digitalisasi nasional,” pungkasnya. (bam)

