sukabumimetro.com/ – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pelaku usaha mikro. Melalui program pelatihan berbasis keterampilan praktis hingga teknologi digital, pelaku UMKM didorong semakin kreatif dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Madya Diskumindag Kota Sukabumi, Ardiansyah mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu mengembangkan bisnis secara lebih mandiri. “Melalui pelatihan ini, mereka bisa meningkatkan keterampilan, termasuk kemampuan digitalisasi yang sekarang sangat dibutuhkan pelaku UMKM,” kata Ardiansyah kepada Radar Sukabumi, Kamis (15/10).
Program yang berlangsung pada Juli 2026 itu, diikuti sebanyak 264 peserta. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua angkatan, yakni pada 8 sampai 9 Juli dan 14 hingga 15 Juli 2026. Adapun materi pelatihan meliputi baking atau pembuatan kue, cooking atau pengolahan makanan, merajut, serta pembuatan konten digital. “Setiap jenis pelatihan diikuti 33 peserta dalam satu angkatan, sehingga program tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk mendalami keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Diskumindag mengalokasikan anggaran sebesar Rp298 juta untuk kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, realisasi anggaran mencapai Rp279.467.175. “Pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan memasarkan produk secara lebih efektif di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis,” cetusnya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian yakni, digitalisasi pemasaran, termasuk pembuatan katalog elektronik atau e-katalog produk. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produknya kepada konsumen secara lebih luas. “Dengan adanya pelatihan ini, mereka meng-upgrade skill. Pelaku UMKM yang sebelumnya belum memahami digitalisasi, misalnya membuat e-katalog, setelah mendapatkan ilmu yang diberikan menjadi lebih percaya diri membuat katalog produk,” pungkasnya. (bam)



