Kota Sukabumi

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Perkuat Budaya Hidup Sehat

×

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Perkuat Budaya Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kota Sukabumi

SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menggandeng Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menggelar pertemuan tata kelola dan monitoring Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) di Rumah Sakit Kartika Asih, Selasa (14/7).

Kegiatan tersebut, diikuti perwakilan perangkat daerah, puskesmas, fasilitas kesehatan, pelaku usaha, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai upaya memperkuat budaya hidup sehat di masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Yanti Kurnianti mengatakan, pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, pembudayaan hidup sehat harus menjadi gerakan bersama yang terencana, terukur, dan berkelanjutan,” kata Yanti kepada Radar Sukabumi, Selasa (14/7).

Menurutnya, perubahan perilaku tidak dapat diwujudkan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar kesehatan menjadi urusan bersama yang terintegrasi dalam setiap kebijakan dan program pembangunan.

“Keterlibatan dunia usaha melalui Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Selain itu, Pos UKK juga berperan meningkatkan kesadaran pekerja untuk menerapkan perilaku hidup sehat sekaligus melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit,” ujarnya.

Yanti mengapresiasi, seluruh pemegang program kesehatan di Dinas Kesehatan maupun puskesmas yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program promotif dan preventif, termasuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan transformasi layanan primer.

“Dinas Kesehatan telah melakukan supervisi pembudayaan hidup sehat di berbagai tatanan, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, tempat kerja, institusi pendidikan, hingga tatanan rumah tangga melalui Posyandu,” bebernya.

Program tersebut, sambung Yanti, telah berjalan sejak Januari 2026 dan akan terus diperluas ke tatanan lainnya. Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta akan mengikuti penyampaian materi pada hari pertama.

“Sementara pada hari kedua akan dilakukan monitoring pembudayaan hidup sehat di tatanan rumah tangga melalui Posyandu terpilih serta Pos UKK terpilih,” paparnya.

Yanti berharap, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, menyusun solusi serta rencana tindak lanjut, sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ketika setiap individu mengambil peran sebagai agen perubahan, cita-cita mewujudkan Kota Sukabumi yang sehat, produktif, mandiri, dan berdaya saing akan semakin mudah kita capai,” pungkasnya. (Bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *