Kota Sukabumi

Dari Festival Ekraf 2026: Anak Muda Sukabumi Diajak Kalahkan Malas dan Sulap Ide Jadi Cuan!

×

Dari Festival Ekraf 2026: Anak Muda Sukabumi Diajak Kalahkan Malas dan Sulap Ide Jadi Cuan!

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Membangun masa depan tidak cukup hanya dengan mengikuti arus. Dibutuhkan keberanian untuk mengambil peluang, konsistensi dalam berjuang, serta kemauan untuk terus mengasah kemampuan. Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, kepada generasi muda dalam Pelatihan Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2026 di Nama Kafe.

Garis Nurbogarullah, Sukabumi

Di hadapan para peserta Festival Ekraf 2026, Ayep mengajak anak muda untuk menjadikan masa muda sebagai momentum membangun fondasi keberhasilan. Baginya, usia produktif bukan sekadar fase mencari pengalaman, melainkan kesempatan untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mulai merintis jalan menuju kemandirian.

Pengalaman pribadinya dalam membangun usaha hingga menjadi seorang industriawan menjadi bagian dari pesan yang ia sampaikan. Perjalanan tersebut, menurutnya, membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan, menghadapi tantangan, dan tidak menyerah ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

Ayep menekankan, keberhasilan tidak datang hanya karena seseorang memiliki gagasan atau peluang. Ada karakter yang harus dibangun melalui komitmen, konsistensi, kedisiplinan, dan kejujuran.

“Anak muda harus berani menantang arus, berani mengambil peluang, dan terus berjuang. Jangan hanya mengikuti keadaan, tetapi harus mampu menciptakan kesempatan untuk masa depan,” pesan Ayep Zaki.

Menurut Ayep, tantangan generasi muda bukan semata-mata persaingan dengan orang lain. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengalahkan diri sendiri, terutama melawan rasa malas, menjaga semangat belajar, serta terus meningkatkan keterampilan.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam pengembangan ekonomi kreatif yang menuntut kreativitas, keberanian mencoba hal baru, dan kemampuan mengubah gagasan menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi.

“Di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif, kreativitas menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk membangun kemandirian,” ujarnya.

Di sisi lain, potensi itu perlu diikuti juga dengan kemampuan mengelola ide, membaca kebutuhan pasar, serta menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelatihan ekonomi kreatif diharapkan tidak berhenti sebagai ruang menambah wawasan. ini juga kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dan melihat peluang usaha yang dapat dirintis sesuai minat serta potensi masing-masing,” jelasnya.

Ayep menegaskan dukungannya terhadap pengembangan kapasitas generasi muda. Ia berharap anak muda Kota Sukabumi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pendidikan, berkarya, dan mengembangkan usaha.

Upaya tersebut dinilai penting untuk membuka peluang kerja sekaligus membantu mengurangi pengangguran. “Semakin banyak generasi muda yang mampu menciptakan usaha, semakin terbuka pula kesempatan tumbuhnya kegiatan ekonomi baru di masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks itu, ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu jalan bagi anak muda untuk tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang usaha sendiri.

Meski demikian, kreativitas perlu terus diasah agar mampu melahirkan inovasi yang memiliki nilai tambah. “Ide yang baik harus diikuti kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam mengembangkan usaha,” tukasnya.

Pelatihan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), tim ekonomi kreatif, serta perwakilan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pada kesempatan itu, Ayep secara resmi membuka Pelatihan Ekraf 2026 dalam rangka Festival Ekraf 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda Sukabumi untuk mulai bergerak, mengembangkan kemampuan, dan mengubah kreativitas menjadi peluang yang produktif.

“Masa depan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh banyaknya gagasan yang lahir, tetapi juga oleh keberanian anak muda untuk mewujudkannya menjadi karya dan usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)