Kota Sukabumi

Boleh Canggih Tapi Jangan Buta Sejarah

×

Boleh Canggih Tapi Jangan Buta Sejarah

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Di tengah masifnya era kecerdasan artifisial dan teknologi digital, generasi muda diingatkan untuk tidak melupakan akar sejarah bangsanya. Pesan penting ini ditekankan oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, di hadapan ratusan siswa Syafana Islamic School, Kabupaten Tangerang.

Sekitar 400 siswa sekolah tersebut menjadikan Kota Sukabumi sebagai ruang belajar terbuka melalui kegiatan Eduwisata Sukabumi City Tour di Gedung Juang 45, baru-baru ini. Sebelum menyambangi situs bersejarah tersebut, rombongan terlebih dahulu mengikuti kegiatan arung jeram di Sungai Citatih.

Perwakilan Yayasan Syafana Islamic School, Ustaz Mantazakka menjelaskan bahwa kunjungan ini dirancang bukan sekadar sebagai sarana rekreasi, melainkan metode pembelajaran langsung di luar kelas. “Ini kesempatan bagi anak-anak untuk belajar sejarah dan mendapatkan pengalaman secara langsung di luar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengingatkan para siswa agar tetap kritis dan melek sejarah di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial secara bijak untuk memproduksi konten edukatif serta mengenalkan potensi daerah.

“Boleh canggih, tetapi jangan buta sejarah. Jadikan media sosial sebagai sarana untuk mengampanyekan kebaikan, belajar memvalidasi berita, serta mengecek fakta dan data,” tegas Bobby.

Menurut Bobby, pengalaman belajar di ruang terbuka seperti ini sangat krusial dalam membentuk karakter siswa. Melalui eduwisata, mereka tidak hanya mengeksplorasi destinasi baru, tetapi juga belajar beradaptasi dan menyerap nilai luhur dari setiap perjalanan.

Dengan memadukan edukasi sejarah dan pemanfaatan teknologi secara positif, Kota Sukabumi sukses menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan generasi muda dengan warisan budaya dan potensi lokal secara langsung. (ris)