Kota Sukabumi

Ayep Zaki Siapkan Birokrasi Sukabumi yang Lebih Modern, Dari Penguatan PAD hingga AI

×

Ayep Zaki Siapkan Birokrasi Sukabumi yang Lebih Modern, Dari Penguatan PAD hingga AI

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengembangkan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SSAI) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus menjawab tantangan keterbatasan sumber daya aparatur. Inovasi berbasis kecerdasan buatan ini menjadi bagian dari transformasi digital yang diarahkan untuk mendukung penguatan fiskal daerah dan optimalisasi kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan pengembangan SSAI berangkat dari kondisi belanja pegawai Pemerintah Kota Sukabumi yang telah melampaui batas 30 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menyusun strategi agar pelayanan tetap optimal tanpa menambah beban anggaran.

“Karena itu kami menempuh dua strategi utama, yakni memperkuat kondisi fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menerapkan moratorium terbatas penerimaan pegawai. Agar kedua strategi ini berjalan efektif, kami membangun Sukabumi Smart Artificial Intelligence sebagai sistem yang mampu membantu proses kerja pemerintah,” ujar Ayep Zaki dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi, pada Senin (3/8)

Menurutnya, SSAI merupakan sistem kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk kebutuhan Pemerintah Kota Sukabumi. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses bisnis pemerintahan, meningkatkan produktivitas ASN, sekaligus menghadirkan tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berbasis data.

Ayep menjelaskan, sistem tersebut akan berfungsi sebagai asisten digital yang mendukung pelaksanaan berbagai tugas pemerintahan. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan dua hingga tiga pegawai, kata dia, dapat diselesaikan oleh satu pegawai dengan dukungan agen cerdas dari SSAI tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

“Teknologi ini bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu ASN bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan lebih produktif. Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” katanya.

Lebih lanjut, Ayep menuturkan bahwa Sukabumi Smart Artificial Intelligence akan membantu kepala daerah, kepala perangkat daerah, hingga seluruh ASN dalam membangun pola kerja berbasis data yang terintegrasi, akurat, dan real time. Selain itu, sistem ini juga memudahkan pencarian informasi spesifik mengenai Kota Sukabumi sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Ia optimistis penerapan kecerdasan buatan di lingkungan birokrasi akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di saat yang sama, efisiensi yang dihasilkan dari pemanfaatan AI diharapkan mampu mendukung penguatan kapasitas fiskal daerah sehingga ruang pembangunan dan pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.

“Transformasi digital merupakan kebutuhan, bukan lagi pilihan. Melalui Sukabumi Smart Artificial Intelligence, kami ingin membangun birokrasi yang lebih cerdas, efisien, berbasis data, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Sukabumi,” pungkas Ayep Zaki. (ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *