Kabupaten Sukabumi

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Optimistis Kesejahteraan Petani Meningkat, Serapan Gabah Sukabumi Lampaui Target 171 Persen

×

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Optimistis Kesejahteraan Petani Meningkat, Serapan Gabah Sukabumi Lampaui Target 171 Persen

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Optimistis

CISOLOK – Kinerja penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Sukabumi mencatatkan hasil menggembirakan. Hingga akhir Juli 2026, realisasi penyerapan gabah oleh Perum Bulog melampaui target yang ditetapkan, menjadi sinyal positif bagi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.

Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Evaluasi Penyerapan GKP dan Beras di Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi yang digelar Bulog Cabang Cianjur di Hotel Horison Sukabumi belum lama ini. Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan rapat evaluasi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, Bulog, TNI, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan agar penyerapan hasil panen petani semakin optimal.

Menurutnya, hingga saat ini realisasi penyerapan GKP oleh Bulog di wilayah Sukabumi telah mencapai 38.233,94 ton atau 171,86 persen dari target awal sebesar 22.247 ton. Capaian tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian sekaligus meningkatnya efektivitas penyerapan hasil panen petani.

“Ini merupakan capaian yang sangat baik. Penyerapan gabah yang tinggi menjadi bukti bahwa sinergi seluruh pihak berjalan optimal, sehingga hasil panen petani dapat terserap dengan baik,” ujar Aep.

Di wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, lanjut Aep hingga Jumat (24/7/2026), Bulog telah menyerap 28.462 ton gabah, atau sekitar 3,25 persen dari target produksi tahun 2026 yang diproyeksikan mencapai 876.206 ton. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 12.668 ton atau 1,18 persen dari total produksi.

Peningkatan itu, kata Aep, tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan Dinas Pertanian bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Berbagai program terus dijalankan untuk meningkatkan kualitas gabah dan rendemen hasil panen.

“Salah satunya melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan sarana pascapanen, serta distribusi benih unggul ke berbagai sentra pertanian di Kabupaten Sukabumi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga mutu hasil panen petani,” terangnya.

Aep menambahkan, Kabupaten Sukabumi masih memiliki potensi panen yang sangat besar. Oleh karena itu, ia berharap Bulog bersama seluruh pemangku kepentingan tetap konsisten memaksimalkan penyerapan gabah langsung dari petani sehingga harga tetap stabil dan hasil panen tidak merugikan petani.

“Kami berharap dukungan teknologi alsintan, sarana pascapanen, serta sinergi dengan Bulog dan seluruh stakeholder terus diperkuat. Dengan penyerapan yang maksimal, petani memperoleh kepastian pasar, pendapatan meningkat, dan ketahanan pangan daerah maupun nasional semakin kokoh,” pungkasnya. (Ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *