sukabumimetro.com/ – Kondisi aliran anak Sungai Cipelang di wilayah Kelurahan Gunungpuyuh, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi menjadi perhatian pemerintah kelurahan bersama tim dari Dinas Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat. Monitoring dan survei lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi sungai sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang diperlukan.
Lurah Gunungpuyuh, Mamat, bersama Sekretaris Kelurahan dan Kasi PPM mendampingi tim PSDA Provinsi saat meninjau lokasi. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan sebagai bahan koordinasi dalam menentukan tindak lanjut sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak.
Menurut Mamat, peninjauan langsung diperlukan agar kondisi anak Sungai Cipelang dapat dipahami secara lebih menyeluruh. Dengan melihat situasi di lapangan, kebutuhan penanganan diharapkan dapat diidentifikasi secara tepat, sehingga upaya menjaga fungsi aliran sungai tidak hanya berdasarkan perkiraan.
“Melalui monitoring dan survei ini, kami ingin memastikan kondisi di lapangan dapat diketahui secara langsung. Hasil peninjauan diharapkan menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” ujar Mamat.
Ia menjelaskan, keberadaan aliran sungai memiliki peran penting bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Maka dari itu, kondisi sungai perlu diperhatikan secara berkala, terutama untuk memastikan fungsi alirannya tetap berjalan dengan baik serta mengantisipasi potensi persoalan yang dapat berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan warga.
Mamat menegaskan, pemerintah kelurahan akan terus berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air. Sinergi tersebut diperlukan agar persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti berdasarkan hasil kajian dan kebutuhan teknis.
“Kami berharap hasil survei ini bisa menjadi dasar untuk tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi sungai. Pemerintah kelurahan tentu mendukung koordinasi lintas instansi agar upaya penanganan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, hasil monitoring dan survei lapangan masih perlu menjadi dasar evaluasi lebih lanjut untuk menentukan bentuk penanganan yang dibutuhkan.
Koordinasi antara pemerintah kelurahan dan PSDA Provinsi diharapkan dapat memperjelas langkah berikutnya, termasuk pembagian kewenangan dalam pengelolaan anak Sungai Cipelang.
“Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, upaya pemantauan dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan. Sebab, sungai yang terpelihara tidak hanya mendukung kelancaran aliran air, tetapi juga berkontribusi terhadap kenyamanan dan keamanan kawasan permukiman,” tutup Mamat. (ris)



