BANDUNG – Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung, terhenti sementara pada Minggu (6/9) siang setelah wilayah tersebut terpapar abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan penghentian operasional berlangsung sejak pukul 12.07 hingga 16.00 WIB, demi keselamatan penerbangan.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim, menegaskan langkah ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya volcanic ash di Lanud Husein Sastranegara. “Sudah terpapar volcanic ash,” ujarnya. Paper test yang dilakukan pukul 10.00–11.00 WIB menunjukkan temuan debu tipis di area bandara.
Dampak langsung dirasakan penumpang. Salah satunya dialami suami Fatma Asri, yang terbang dari Bali menuju Bandung. Pesawat sempat diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai, namun akhirnya kembali ke Bali karena tidak bisa mendarat di Bandung. “Suami sudah kabarin berangkat, tapi akhirnya pesawat balik lagi,” kata Fatma.
Di sisi lain, calon penumpang di Bandung juga tertahan. Marlaeni, yang berencana bekerja di Bali, mengaku kecewa setelah menunggu sejak pagi. “Saya rencana ke Bali untuk kerja, tapi karena kejadian ini ya tidak bisa ke sana. Tadi ada informasi diminta tunggu sampai jam 2 siang,” ujarnya. Ia berharap maskapai memberi solusi, termasuk pengembalian biaya tiket.

