sukabumimetro.com/ – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya melalui edukasi kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata bagi keluarga yang memiliki balita berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Kelurahan Gunungpuyuh, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi menyalurkan bantuan sosial kepada balita berisiko stunting di wilayah RW 03 sebagai bagian dari inovasi Kecamatan Gunungpuyuh Cegah Stunting (Kayucanting).
Lurah Gunungpuyuh, Mamat, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan balita sekaligus langkah untuk memperkuat pencegahan stunting sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu keluarga yang memiliki balita berisiko stunting sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal," ujar Mamat.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Kayucanting, sebuah inovasi yang mendorong keterlibatan berbagai unsur pemerintah dalam upaya menekan risiko stunting di wilayah Kecamatan Gunungpuyuh.
"Program ini diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kebutuhan balita, khususnya yang memerlukan dukungan lebih dalam pemenuhan gizi dan tumbuh kembang," tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Mamat didampingi Sekretaris Kelurahan Gunungpuyuh, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Gunungpuyuh, serta Kasi Kesos Kelurahan Gunungpuyuh.
"Kolaborasi ini menjadi bagian dari koordinasi lintas unsur pemerintahan untuk memastikan upaya pencegahan stunting mendapat perhatian hingga tingkat lingkungan," jelasnya.
Masih kata Mamat, penanganan balita berisiko stunting perlu menjadi perhatian bersama karena pertumbuhan anak berkaitan erat dengan pemenuhan gizi, pola pengasuhan, serta kepedulian keluarga terhadap kebutuhan kesehatan anak. Maka dari itu, dukungan sosial diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga penerima sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjaga kualitas tumbuh kembang balita.
"Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima dan menjadi penyemangat untuk terus memperhatikan kebutuhan gizi serta kesehatan anak. Kami juga ingin upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar," tambahnya.
Melalui inovasi Kayucanting, pihaknya berharap langkah pencegahan stunting dapat dilakukan secara konsisten dan menjangkau keluarga yang membutuhkan perhatian. Penyaluran bantuan sosial ini menjadi salah satu bentuk dukungan di tingkat kelurahan untuk mendorong tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.
"Melalui program dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting membutuhkan sinergi berkelanjutan. Dengan perhatian terhadap pemenuhan gizi sejak dini serta dukungan dari berbagai pihak, upaya menuju target zero stunting di wilayah Gunungpuyuh diharapkan semakin kuat," tutupnya. (ris)



