Kota Sukabumi

30 Tahun Vakum, Ketangkasan Domba Garut Kembali Menggema di Kota Sukabumi

×

30 Tahun Vakum, Ketangkasan Domba Garut Kembali Menggema di Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Tradisi seni dan ketangkasan domba Garut kembali hadir di Kota Sukabumi setelah sekitar 30 tahun tidak digelar. Kegiatan yang diinisiasi DPP Jagat Satria Padjadjaran tersebut berlangsung di Stadion Suryakencana, Jalan Stadion, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong dan diikuti 175 peserta dari Sukabumi serta sejumlah daerah di Jawa Barat, hingga Banten.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyambut baik lomba seni dan ketangkasan domba Garut ini sebagai upaya menghidupkan kembali budaya Sunda sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, festival tersebut berpotensi menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan berbelanja di Kota Sukabumi. “Mudah-mudahan dengan adanya seni ketangkasan domba, wisatawan dari beberapa daerah datang ke sini, belanja di Kota Sukabumi, dan meningkatkan UMKM,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang agar kegiatan ini menjadi agenda rutin, bergantung pada usulan masyarakat dan manfaat yang dihasilkan.

Sekretaris Jenderal HPDKI Jawa Barat, Maulana Muhammad, menyebut penyelenggaraan ini sebagai momentum kebangkitan tradisi yang telah lama absen dari Kota Sukabumi.

Antusiasme masyarakat yang memadati arena, menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap hiburan berbasis budaya lokal. “Ini budaya Sunda yang harus kita ngamumule atau lestarikan. Kegiatan ini juga gratis dan nonkomersial, sehingga siapa pun bisa datang untuk menonton,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua HPDKI Kota Sukabumi, Aji Hilman atau yang akrab disapa Kang Ajay, menjelaskan minat peserta sebenarnya jauh lebih besar daripada kapasitas yang tersedia.

Pendaftar disebut hampir seribuan orang, tetapi keterbatasan daya tampung membuat panitia hanya dapat mengakomodasi 175 peserta. “Alhamdulillah, peserta dari Sukabumi, Bandung, Garut, hingga Banten bisa datang. Untuk peserta dari Sukabumi sendiri jumlahnya hampir separuh dari total peserta,” ungkapnya.

Dalam perlombaan tersebut, panitia membagi peserta ke dalam tiga kelas berdasarkan bobot domba. Kelas A diperuntukkan bagi domba berbobot 75 kilogram ke atas, kelas B untuk bobot 65 hingga 75 kilogram, sedangkan kelas C untuk bobot di bawah 65 kilogram.

“Selain menjadi ajang ketangkasan, kegiatan ini diharapkan memperkuat pelestarian budaya Sunda, memperluas interaksi antardaerah, serta menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara,” tutupnya. (ris)