Kota Sukabumi

Grebeg Desil 145 KK di Gunungpuyuh

×

Grebeg Desil 145 KK di Gunungpuyuh

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, melalui program Grebeg Desil yang menyasar setiap kelurahan. Kali ini, pelayanan dipusatkan di Kantor Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, dengan menjangkau sebanyak 145 kepala keluarga (KK).

Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sekaligus memperoleh informasi terkait desil, terutama mengenai kendala data sosial yang berpengaruh terhadap akses bantuan sosial.

“Melalui pelayanan langsung ini, warga diharapkan dapat memperoleh penjelasan mengenai kondisi data mereka serta langkah yang perlu ditempuh untuk pembaruan dan pemutakhiran data,” ujar Lulis kepada Radar Sukabumi, pada Kamis (22/10).

Ia memaparkan, Grebeg Desil merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi dan pelayanan yang lebih dekat, khususnya bagi warga yang menghadapi kendala terkait data sosial.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi petugas untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan begitu, kendala yang berkaitan dengan data dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Melalui Grebeg Desil, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus memberikan informasi mengenai kendala desil dan proses pemutakhiran data sosial. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk datang dan berkonsultasi agar persoalan yang dihadapi bisa mendapatkan penjelasan yang tepat,” ujar Lulis.

Pelaksanaan di Kelurahan Karang Tengah berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Gunungpuyuh, Lurah Karang Tengah, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Sukabumi Kaum Muda (SKM) yang ikut berpartisipasi dalam pelayanan.

“Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan sosial di tingkat kewilayahan. PSM dan pendamping PKH, sebagai bagian dari pilar sosial, turut membantu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan layanan yang disediakan pemerintah,” paparnya.
Lulis menegaskan, pemutakhiran data sosial perlu dilakukan secara cermat agar informasi mengenai kondisi masyarakat tetap sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“Data yang akurat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung penyaluran program bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memeriksa informasi terkait data sosial serta menyampaikan perubahan kondisi apabila diperlukan. Partisipasi warga dibutuhkan agar proses pemutakhiran berjalan lebih baik dan persoalan administrasi yang menghambat akses pelayanan dapat diketahui sejak dini.
Dinsos Kota Sukabumi berkomitmen melanjutkan Grebeg Desil di berbagai kelurahan sebagai bentuk pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

“Melalui pendekatan langsung, pemerintah berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai data sosial sekaligus mengetahui jalur konsultasi ketika menghadapi kendala,” tegasnya.

Bagi Dinsos, Grebeg Desil bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan upaya membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan sosial dapat ditangani berdasarkan informasi yang lebih akurat.

“Prinsipnya, kami ingin hadir, melayani, dan mendengarkan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan data yang terus diperbarui, pelayanan sosial diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan warga,” pungkasnya. (ris)