Kota Sukabumi

90 Rutilahu Limusnunggal Direhab

×

90 Rutilahu Limusnunggal Direhab

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Harapan masyarakat untuk memiliki hunian yang lebih layak perlahan mulai terwujud. Sebanyak 90 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tengah direnovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Lurah Limusnunggal, Dedi Supriadi mengatakan, program BSPS menjadi salah satu upaya nyata untuk membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Pengerjaan 90 unit rutilahu tersebut dibagi ke dalam tiga tahap penyaluran bantuan, yakni tahap ketiga, kesembilan, dan keempat belas,” kata Dedi kepada Radar Sukabumi, Rabu (21/10).

Dari keseluruhan penerima bantuan, sebanyak 10 unit rutilahu masuk dalam tahap ketiga, kemudian 70 unit lainnya memperoleh bantuan pada tahap kesembilan, sedangkan sisanya masuk dalam tahap keempat belas.

“Pembagian membuat proses renovasi dapat dilaksanakan secara bertahap sekaligus memudahkan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan,” paparnya.

Dedi mengungkapkan, pengerjaan 10 unit rutilahu pada tahap ketiga telah rampung sepenuhnya. Sementara itu, pekerjaan fisik untuk 70 unit yang masuk tahap kesembilan kini terus berjalan dengan progres berkisar 30 hingga 40 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas hunian warga yang ditargetkan terus berlanjut sesuai jadwal pelaksanaan.

“Bantuan tahap tiga renovasinya sudah selesai 100 persen, untuk tahap sembilan pekerjaan fisiknya saat ini berada pada kisaran 30–40 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap penerima program BSPS mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta untuk mendukung proses perbaikan rumah. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan material bangunan dan upah tenaga kerja, sehingga penerima dapat memanfaatkannya untuk memperbaiki bagian rumah yang memerlukan penanganan sesuai rencana renovasi.

“Dalam mekanisme penyalurannya, dana untuk pembelian material bangunan langsung ditransfer kepada pihak penyedia,” cetusnya.

Skema tersebut, diterapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan bangunan selama proses pengerjaan berlangsung. Dedi pun bersyukur karena distribusi material hingga saat ini berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti. “Alhamdulillah pendistribusian barang hingga hari ini berjalan lancar,” pungkasnya. (bam)