sukabumimetro.com/ – Upaya mengendalikan inflasi di Kota Sukabumi mulai didorong dari lingkungan keluarga melalui penanaman cabai dan bawang merah di pekarangan rumah.
Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar, terutama saat harga kedua komoditas tersebut mengalami kenaikan.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan, penanaman serentak yang digelar dalam Gebyar Pokja 3 PKK di Taman Cikondang merupakan upaya membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan lahan terbatas maupun barang bekas untuk menanam kebutuhan dapur.
“Harapannya, ini bisa dimulai dari keluarga dan rumah masing-masing. Jadi, kalau ibu-ibu mau memasak, tidak harus selalu pergi ke pasar. Tinggal memetik cabai, bawang daun, atau kebutuhan lainnya di depan rumah,” kata Ranty.
Ia menambahkan, gerakan tersebut akan didorong melalui kader PKK agar semakin banyak keluarga menerapkan kebiasaan menanam secara mandiri.
“Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, bukan menjadi penghalang karena penanaman dapat dilakukan menggunakan wadah sederhana, seperti bekas galon maupun paralon,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Neng Rahmi, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas yang kerap mengalami fluktuasi. Dalam kegiatan itu, sebanyak 250 bibit cabai dan 250 bibit bawang merah dibagikan kepada kader PKK.
“Kami membagikan masing-masing 250 bibit cabai dan bawang merah kepada kader PKK. Kami memilih kader PKK karena jaringannya sudah sistematis, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW. Dengan begitu, gerakan ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas,” jelas Rahmi.
Ia menilai, pembagian bibit ini tidak boleh hanya berhenti sebatas kegiatan seremonial. Karena itu, pemerintah akan melakukan pemantauan dan evaluasi selama satu bulan untuk melihat perkembangan tanaman serta tingkat keberhasilan penanaman di setiap kelurahan. Kelurahan yang menunjukkan hasil baik berpeluang dijadikan proyek percontohan bagi wilayah lainnya.
“Dulu kami pernah membagikan benih, tetapi tingkat kegagalannya cukup tinggi karena belum ada monitoring dan evaluasi. Sekarang, kami akan pantau selama satu bulan. Jadi, bukan hanya membagikan bibit, tetapi juga memastikan sejauh mana tanaman itu berhasil dikembangkan,” tegasnya.
Selain mendorong produksi pangan dari rumah, upaya pengendalian inflasi juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), yang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kombinasi penanaman mandiri dan penyediaan pangan murah diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi tekanan kenaikan harga komoditas pangan di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (ris)



