Kota Sukabumi

Perangi Narkoba, Lapas Sukabumi Tes Urine Mendadak

×

Perangi Narkoba, Lapas Sukabumi Tes Urine Mendadak

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Memperkuat komitmen pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar tes urine mendadak terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan warga binaan. Hasilnya, seluruh peserta yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif dari zat adiktif yang diperiksa.

Kegiatan yang dimulai pukul 8.15 WIB tersebut, dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, dengan pengawasan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal). Pemeriksaan ini menjadi langkah deteksi dini sekaligus mempertegas dukungan terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sebanyak 26 orang mengikuti tes urine tersebut, terdiri dari 11 ASN dan 15 warga binaan yang dipilih secara acak. Pelaksanaan pemeriksaan turut diawasi Dokter Ahli Madya Lapas Sukabumi, dr. Achmad Radian, bersama jajaran perawat guna memastikan proses berjalan sesuai prosedur.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif. Capaian ini menjadi bagian dari upaya Lapas Sukabumi menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman sekaligus memastikan komitmen antinarkoba berlaku bagi petugas maupun warga binaan,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono kepada Radar Sukabumi, Rabu (21/10).

Lanjut Budi, upaya mewujudkan Lapas Sukabumi Bersih dari Narkoba atau Labumi Bersinar tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pengawasan dan pemeriksaan harus terus dilakukan secara konsisten untuk mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. “Labumi Bersinar dan P4GN merupakan komitmen bersama yang harus kita jaga dan laksanakan secara konsisten. Tidak hanya warga binaan, seluruh jajaran petugas juga harus menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Menurut Budi, tidak boleh ada ruang bagi narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Karena itu, penguatan pengawasan internal dan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas seluruh jajaran Lapas Sukabumi.

“Pelaksanaan tes urine tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya poin keenam yang menitikberatkan pada pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara,” paparnya.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, terutama poin pertama mengenai komitmen mewujudkan Lapas dan Rutan yang bersih dari telepon genggam ilegal, peredaran narkoba, pungutan liar, serta penipuan melalui razia rutin dan berkelanjutan. “Langkah tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” imbuhnya.

Melalui pemeriksaan mendadak ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi P4GN dan pengawasan internal. “Upaya ini diharapkan mampu menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, profesional, dan berintegritas sekaligus mewujudkan Labumi Bersinar secara berkelanjutan,” tutupnya. (bam)