Kota Sukabumi

Target Inflasi di Bawah 2,5%, Pemkot Sukabumi Sebar 200 Titik Gerakan Pangan Murah

×

Target Inflasi di Bawah 2,5%, Pemkot Sukabumi Sebar 200 Titik Gerakan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/  – Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan perluasan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyasar 200 titik di 33 kelurahan sepanjang 2027. Program ini dirancang untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan stabilisasi inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah harus menjangkau seluruh wilayah secara adil agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di kawasan tertentu.

“Insyaallah, pada 2027 Pemkot Sukabumi akan menggelar Gerakan Pangan Murah di 200 titik yang tersebar di 33 kelurahan. Ini salah satu upaya untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui pasar murah yang pelaksanaannya merata,” ujar Ayep saat meninjau GPM di Taman Cikondang.

Ia menegaskan, pelaksanaan program tersebut perlu melibatkan perangkat wilayah, termasuk pemerintah kelurahan, agar distribusi manfaatnya lebih luas. Dukungan anggaran kelurahan juga akan didorong untuk membantu penyelenggaraan kegiatan, dengan kemungkinan satu hingga dua titik GPM di setiap kelurahan.

Ayep menyebutkan, pemerintah berupaya menjaga inflasi agar tidak melampaui 3 persen, dengan harapan dapat ditekan di bawah 2,5 persen. Ia mencontohkan, kenaikan harga yang terkendali akan membantu masyarakat mempertahankan kemampuan belanja.

“Inflasi itu harus dijaga karena berkaitan dengan daya beli. Kalau bisa, kenaikannya di bawah 2,5 persen. Karena itu, program pangan murah perlu terus diperkuat,” bebernya.

Ayep menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) diminta terus mengoptimalkan pelaksanaan GPM, terutama menjelang akhir tahun sekaligus dalam penyusunan program dan anggaran murni 2027.

“Pemerintah daerah ingin memastikan pasar murah tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi instrumen pengendalian harga yang terencana dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan rencana 200 titik tersebut, Pemkot Sukabumi berharap masyarakat semakin mudah memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, sementara tekanan inflasi dari kelompok komoditas pangan dapat dikendalikan. (ris)