JAWA BARAT

Tanggapi Wartawan ‘Bodrex’ di Sukabumi, PGRI Jabar: Tak Ada Damai, Kawal Sampai ke Pengadilan

×

Tanggapi Wartawan ‘Bodrex’ di Sukabumi, PGRI Jabar: Tak Ada Damai, Kawal Sampai ke Pengadilan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat bersama Tim Hukum Jabar Istimewa menegaskan sikap tegas: tidak ada pintu damai bagi pelaku dugaan intimidasi terhadap Kepala SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi. Kasus ini dipastikan berlanjut ke meja hijau, demi melindungi guru dan menjaga keamanan lingkungan pendidikan.

Wakil Ketua V PGRI Jawa Barat, Yayan Taryana, menyebut tindakan intimidasi terhadap kepala sekolah bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut perlindungan tenaga pendidik dan rasa aman siswa. “Kami mengecam keras kejadian tersebut. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah anak, bukan arena ancaman,” tegasnya, Selasa (1/9/2026).

PGRI Jabar telah memberikan mandat kepada Tim Hukum Jabar Istimewa untuk mendampingi dan mengawal perkara. Ketua tim, Jutek Bongso, menegaskan pihaknya menolak jalur restorative justice. “Kami sepakat mengawal kasus ini sampai tuntas di pengadilan. Tidak ada damai, agar tercipta efek jera,” ujarnya.

Menurut Jutek, kasus ini mencerminkan maraknya intimidasi terhadap staf sekolah di Jawa Barat. Ia mengingatkan agar guru tidak ragu melapor jika menghadapi ancaman atau pemerasan. “Jangan sampai sekolah mencari cara sendiri, bahkan melakukan pungutan liar untuk memenuhi tuntutan pihak yang menekan. Itu tidak boleh terjadi,” katanya.