Kota Sukabumi

Kebersihan Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Kunci Kenyamanan Kawasan Kuliner Malam

×

Kebersihan Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Kunci Kenyamanan Kawasan Kuliner Malam

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bobby Maulana saat meninjau Jalan Ahmad Yani
Wakil Wali Kota Bobby Maulana saat meninjau Jalan Ahmad Yani

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat penataan kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat dan destinasi kuliner malam.

Melalui kegiatan monitoring kebersihan yang dilakukan pada akhir pekan, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana memastikan pengelolaan sampah di kawasan tersebut berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengajak pedagang dan pengunjung bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), serta jajaran Satpol PP.

Kegiatan difokuskan pada kawasan trotoar Jalan Ahmad Yani yang setiap Sabtu dan Minggu menjadi pusat keramaian masyarakat dan aktivitas kuliner malam.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengatakan pemerintah sengaja melakukan monitoring pada akhir pekan karena volume pengunjung dan aktivitas perdagangan meningkat signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada bertambahnya volume sampah yang harus ditangani agar kawasan tetap bersih, nyaman, dan tertib.

“Setelah dilakukan penyisiran, para pedagang rata-rata sudah mengikuti SOP. Mereka sudah menyediakan tempat sampah dan melakukan pemilahan sampah. Ini menjadi langkah yang baik dan harus terus dipertahankan,” ujar Bobby, kepada Radar Sukabumi, pada (5/8).

Ia menegaskan, kebersihan kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pedagang, tetapi juga seluruh masyarakat yang berkunjung. Karena itu, Pemkot Sukabumi mengajak semua pihak menerapkan prinsip carry in, carry out, yakni setiap orang bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.

“Baik penjual maupun pembeli harus menyelesaikan sampahnya masing-masing. Jangan lagi membuang sampah sembarangan di trotoar karena kebersihan kawasan ini merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah, Bobby juga menyampaikan pemerintah saat ini mengedepankan pendekatan penataan terhadap pedagang kaki lima.

“Jadi para pedagang diarahkan tetap berjualan di area pedestrian tanpa menggunakan badan jalan, sementara kendaraan tidak lagi diperbolehkan parkir di sisi kiri ruas Jalan Ahmad Yani. Penataan tersebut akan diperkuat dengan pemasangan water barrier di sejumlah titik,” tegasnya.

Menurut Bobby, langkah tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pengguna jalan maupun pejalan kaki.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa menikmati suasana kuliner malam di Ahmad Yani, tetapi kawasan ini harus tetap tertib, aman, dan bersih,” ucapnya.

Dalam dialog bersama pedagang, Bobby juga mengajak mereka melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumber. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi diharapkan dapat dimanfaatkan melalui bank sampah, sementara sampah organik dikurangi agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul.

Di sisi lain, ia mengapresiasi para pedagang yang telah menyediakan tempat sampah dan menjalankan pemilahan. Bobby menilai kondisi kawasan secara umum sudah jauh lebih tertata, meski masih ditemukan sampah yang berserakan akibat kantong sampah dibongkar oleh pemulung.

“Pekerjaan rumah kita sekarang adalah menjaga agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali berantakan. Karena itu diperlukan kesadaran bersama, baik dari pedagang, pengunjung maupun masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, sambung Bobby Pemerintah Kota Sukabumi akan menempatkan gerobak sampah berbahan fiber beserta tempat sampah organik, anorganik, dan residu di sejumlah gang sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Gerobak tersebut nantinya akan diangkut secara berkala menggunakan armada truk sampah untuk memastikan kawasan tetap bersih, terutama pada akhir pekan ketika aktivitas masyarakat meningkat.

“Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan. Dengan kebersamaan, kawasan Ahmad Yani dapat menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Sukabumi BERCAHAYA,” pungkas Bobby. (ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *