sukabumimetro.com/ – Sebanyak 40 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) akhirnya diserahterimakan kepada penerima manfaat di Balai Kota Sukabumi, pada Minggu (18/10).
Serah terima bantuan becak listrik dilakukan langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Bahkan, mereka mencoba keliling.
Ayep Zaki menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, becak listrik bukan hanya membantu meringankan beban para pengayuh, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari pengembangan transportasi lokal yang lebih nyaman dan sesuai dengan karakteristik geografis Kota Sukabumi.
“Bantuan becak listrik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para penarik becak yang selama ini menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut. Kami berharap kendaraan ini dapat membantu meringankan beban mereka, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya berdampak terhadap kesejahteraan serta pendapatan keluarga,” ujar Ayep.
Ia menilai, kondisi geografis Kota Sukabumi yang memiliki sejumlah ruas jalan menanjak menjadi salah satu alasan becak listrik dapat memberikan manfaat bagi pengayuh maupun penumpang.
“Selain lebih nyaman, kendaraan tersebut juga tidak menimbulkan kebisingan seperti kendaraan bermotor pada umumnya,” paparnya.
Ayep berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai penyerahan kendaraan semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Terlebih, becak listrik juga berpeluang dikembangkan sebagai alternatif transportasi bagi warga dan wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi di Kota Sukabumi.
“Yang terpenting, bantuan ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin para penarik becak bisa bekerja lebih nyaman, tetap produktif, dan memiliki kesempatan meningkatkan penghasilan. Pemerintah tentu berharap program seperti ini dapat membantu mengurangi persoalan sosial dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kota Sukabumi berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Yayasan GSN, dan berbagai pihak lainnya terus diperkuat untuk menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Di sisi lain, bagi para pengayuh becak konvensional, kehadiran bantuan tersebut membawa harapan baru. Asep, salah seorang pengayuh becak, menilai penggunaan tenaga listrik berpotensi mengurangi kelelahan saat membawa penumpang, terutama ketika melintasi jalan menanjak.
“Selama ini kami harus mengandalkan tenaga sendiri untuk mengayuh becak. Kalau ada bantuan becak listrik, tentu kami berharap pekerjaan bisa lebih ringan dan tenaga tidak cepat terkuras.
Ia berharap dengan sepeda listrik ini bisa membantu dirinya agar mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. “Intinya kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan pak Prabowo Subianto. Ini sangat berarti untuk kami,” tandasnya. (ris)



