Jika nantinya Garuda benar-benar mendapat kesempatan memulai dari putaran kedua, keuntungan utamanya adalah waktu persiapan lebih panjang. Tim pelatih bisa mematangkan strategi, menjaga kebugaran pemain, dan fokus menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh. Meski begitu, tantangan tetap berat. Persaingan di putaran kedua menuntut konsistensi permainan, efektivitas penyelesaian akhir, serta kedalaman skuad yang memadai.
Bagi John Herdman, pencapaian ranking FIFA hanyalah langkah awal. Jalan menuju Piala Dunia 2030 masih panjang, penuh ujian, dan menuntut kerja keras kolektif. Namun, dengan fondasi yang sudah dibangun lewat ASEAN Cup, Garuda kini punya alasan lebih kuat untuk bermimpi besar.(*)

