Belasan mobil kemudian diketahui diubah menjadi ambulans untuk disalurkan ke yayasan di Kudus, Jepara, Garut, Tasikmalaya, Pemalang, Banyuwangi, dan Kendal. Pengadaan ambulans ini sedianya ditujukan untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu lembaga perbankan.
Berdasarkan SP2HP tertanggal 4 September 2026, dana CSR sejatinya telah dicairkan pihak bank kepada JA. Namun, terlapor berdalih uang tersebut digunakan untuk operasional perusahaan. Hingga kini, polisi masih memburu tujuh unit ambulans yang belum ditemukan.(den/d)



