JAKARTA — Meski Mitchell Baker tampil sebagai pencetak gol terbanyak di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah di sektor penyerang tengah. Posisi nomor 9 dinilai belum sepenuhnya terisi oleh sosok yang mampu menciptakan peluang secara mandiri, terutama menghadapi pertahanan rapat di level Asia.
Pengamat sepak bola Gita Suwondo, atau Bung GAZ, menilai Indonesia membutuhkan penyerang yang tidak hanya piawai menyelesaikan peluang, tetapi juga mampu melewati lawan, membuka ruang, dan menciptakan kesempatan. “Solusi kita untuk pemain nomor 9 belum kita dapat untuk kelas Piala Asia. Mitch terlepas dari menjadi top skor ASEAN Cup dengan 9 gol,” ujarnya.
Dari delapan penampilan bersama Garuda, Baker mencetak hattrick ke gawang Kamboja, satu gol melawan Timor Leste, serta lima gol ke Bangladesh. Namun, Bung GAZ menyoroti bahwa sebagian besar gol tersebut berasal dari tap-in atau penyelesaian akhir dekat gawang. “Pada saat dia harus membuka ruang melakukan dribel, dia gagal. Final melawan Thailand, sekali dribel berhasil tapi tendangannya lemah,” tambahnya.
Ole Romeny disebut bisa menjadi alternatif, meski posisi aslinya bukan penyerang murni. Tantangan bagi pelatih John Herdman adalah menyiapkan variasi serangan agar Indonesia tidak bergantung pada satu pola permainan.
Sejumlah striker diaspora ikut masuk radar pembicaraan publik, seperti Markús Páll Ellertsson (ÍA Akranes, Islandia), Jim Croque (NEC Nijmegen, Belanda), Tim Waterink (De Treffers, Belanda), Delano Ladan (Koninklijke HFC, Belanda), dan Jael Pawirodihardjo (MVV Maastricht, Belanda). Meski demikian, status keturunan dan kelayakan mereka masih perlu diverifikasi secara resmi oleh PSSI.
Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Tiga laga pada Januari 2027 akan menjadi ujian berat bagi lini depan Garuda:
- 11 Januari: Indonesia vs Jepang
- 16 Januari: Indonesia vs Qatar
- 20 Januari: Indonesia vs Thailand
Kemampuan mempertahankan penguasaan bola, menembus pertahanan rapat, dan menciptakan peluang akan menjadi faktor penentu.

