Kisah Ronaldo di Manchester United menjadi pengingat bahwa legenda pun bisa tersandung ketika fisik tak lagi mendukung. Namun, semangatnya di Al-Nassr dan ambisi mengejar 1.000 gol menunjukkan bahwa perjalanan seorang megabintang belum berakhir. Di sisi lain, Ten Hag pun melanjutkan kariernya dengan babak baru di Belanda. Dua jalan berbeda, satu benang merah: sepak bola selalu menyimpan drama di balik gemerlapnya.(*)
Ten Hag Ungkap Kekecewaan pada Ronaldo di MU
Baca Juga
Dengan lawan yang semakin variatif, Timnas Indonesia diharapkan…
Kini, Baker menyiapkan langkah berikutnya. “Rencana saya adalah…
Kemenangan ini mengangkat Al Nassr ke posisi kedua…
Promosi ke tim utama Barito Putera datang pada…
Proyek regenerasi yang ia bangun bukan sekadar untuk…

