Fenomena abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah Jawa Barat memang menimbulkan kekhawatiran. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, paparan debu juga berisiko terhadap kesehatan pernapasan dan mata. Karena itu, pembelajaran daring dianggap sebagai langkah antisipatif yang realistis.
“Semoga kita semua bisa menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya dengan mempertimbangkan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan,” tandas Dedi.(*)