BANDUNG — Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, resmi ditutup untuk penyelenggaraan pertandingan di luar agenda FIFA. Keputusan ini membuat Persib Bandung tak bisa menggunakan stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu saat menjamu PSM Makassar pada laga perdana Super League 2026/2027, Minggu (6/9) malam. Jalak Harupat kini diprioritaskan untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober.
Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menjelaskan bahwa stadion terakhir digunakan saat Persib menghadapi Manila Digger di play-off AFC Champions League Two (31/8). Setelah itu, FIFA dan PSSI menginstruksikan pemeliharaan rumput secara intensif. “Si Jalak Harupat tidak diperkenankan digunakan untuk pertandingan apa pun, termasuk Super League. Saat ini sedang dilakukan pemadatan dan penguatan akar rumput,” ujarnya, Rabu (3/9). Targetnya, perbaikan selesai sebelum 19 September, lalu stadion dipakai untuk uji coba lapangan peserta ASEAN Cup.
Situasi ini membuat manajemen Persib harus mencari alternatif. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono, menyebut pihaknya tengah memaksimalkan persiapan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar bisa digunakan melawan PSM. “Panpel sedang mempersiapkan secara maksimal. Insya Allah laga perdana bisa digelar di GBLA,” katanya. Tiket pertandingan pun sudah dijual resmi melalui aplikasi Persib, sehingga proses perbaikan rumput GBLA dikebut agar layak digunakan.











