JAKARTA — Kekerasan antarsuporter kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turun tangan dengan memberikan peringatan keras kepada klub-klub dan operator kompetisi I.League. Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat, melainkan juga harus menjadi komitmen nyata klub dalam membina dan mengawasi suporternya.
Peringatan Erick muncul setelah dua insiden penyerangan terjadi dalam waktu berdekatan. Insiden pertama melibatkan oknum suporter The Jakmania yang menyerang rombongan bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah. Tak lama berselang, rombongan Jakmania Cikampek menjadi korban penyerangan di Tol Palikanci KM 200 pada Senin (12/10) dini hari WIB, saat mereka pulang dari mendukung Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta.
Menanggapi rentetan kejadian tersebut, Erick menegaskan klub dan operator liga harus segera duduk bersama untuk merumuskan langkah pencegahan. PSSI memberikan tenggat waktu satu minggu agar seluruh pihak terkait menyepakati mekanisme keamanan yang jelas. “Saya kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (13/10).
Federasi tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas jika klub gagal menjalankan komitmen pencegahan. Salah satu sanksi yang disiapkan adalah pengurangan poin di kompetisi. “Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu,” tegas Erick.

