CIBADAK — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi membeberkan kronologi dan dugaan penyebab insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkoneng, Kampung Bojong Jagal RT 05/RW 02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak. Sebanyak 39 siswa dilaporkan mengalami gejala mual hingga pusing usai mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/7).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi kepada Radar Sukabumi menjelaskan, berdasarkan data penanganan medis hingga Rabu (29/7), total korban terdampak mencapai 39 anak.
Mayoritas siswa menjalani rawat jalan dan perawatan di lokasi kejadian, sementara satu siswa sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
“Data update terakhir dari Puskesmas mencatat ada 39 siswa yang terdampak. Mayoritas beristirahat di rumah dengan kondisi stabil, dan satu anak yang sempat ditangani di IGD RSUD Sekarwangi juga sudah diperbolehkan pulang usai diberikan obat,” ujar Masykur Alawi saat dikonfirmasi Radar Sukabumi pada Rabu (29/7).
Masykur merinci, peristiwa tersebut bermula pada Selasa (28/7) sekitar pukul 08.30 WIB saat bantuan MBG tiba di sekolah. Makanan tersebut kemudian dikonsumsi para siswa sekitar pukul 09.00 WIB. Hanya berselang 40 menit atau sekira pukul 09.40 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala pusing dan mual.
Pihak Dinkes menyayangkan tidak adanya laporan awal dari pihak Unit Pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
dari dapur Nazran SPPG Cibadak 02 maupun faskes swasta tempat penanganan pertama korban.
Dirinya mengaku, bahwa Dinkes baru menerima informasi resmi pada Selasa (28/07) malam setelah respon cepat tim Puskesmas setempat.
“Awalnya tidak ada laporan resmi dari pihak SPPG ke Puskesmas. Korban sempat dibawa ke bidan swasta terdekat. Namun, tim kami bergerak proaktif dengan membentuk posko darurat di dekat lokasi serta menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan investigasi lapangan,” tegas Masykur.
Dari hasil investigasi, inspeksi sanitasi lingkungan, serta pengujian lapangan yang dilakukan petugas Dinkes di lokasi SPPG Dapur Nazran SPPG Cibadak 02, ditemukan fakta adanya produk susu yang sudah melampaui tanggal kedaluwarsa (expired).
“Hasil survei lapangan menemukan adanya produk susu yang expired. Meski indikasi awal mengarah ke sana, kami belum bisa menyimpulkan secara pasti sebelum hasil uji laboratorium keluar. Tim sudah mengambil sampel seluruh menu makanan dan minuman yang disajikan pada hari itu untuk diperiksa secara komprehensif,” pungkasnya. (Den)











