SUKABUMI – Nusa Putra University (NPU) memperkuat kesiapan penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui visitasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada 20–21 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan mutu pendidikan profesi guru sebelum program dilaksanakan.
Visitasi tersebut dilakukan oleh dua asesor Kemendikdasmen, yakni Polarys dan Zainun Misbah, Tim asesor meninjau berbagai aspek kesiapan Nusa Putra University, mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dokumen pendukung, hingga sistem penjaminan mutu penyelenggaraan PPG.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Nusa Putra University untuk mengevaluasi kesiapan institusi serta mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan profesi guru.
Salah satu asesor, Polarys, menjelaskan bahwa visitasi berfokus pada penilaian profil kesiapan LPTK, terutama perguruan tinggi yang baru memperoleh izin untuk menyelenggarakan Program PPG.
Menurutnya, kesiapan institusi menjadi faktor penting agar program didukung standar sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan rancangan penyelenggaraan PPG.
“Secara keseluruhan, Nusa Putra University sudah sangat siap. Namun, ada beberapa aspek yang belum dapat dinilai secara komprehensif karena program ini masih berada pada tahap awal penyelenggaraan,” jelas Polarys.
Ia menambahkan, sejumlah aspek, seperti evaluasi dampak pembelajaran dan implementasi kurikulum, baru dapat diamati setelah proses pembelajaran PPG berjalan. Karena itu, penilaian terhadap aspek tersebut memerlukan bukti lebih lanjut sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.
Melalui visitasi ini, tim asesor juga meninjau berbagai dokumen dan instrumen penjaminan mutu yang telah disiapkan universitas untuk mendukung penyelenggaraan PPG.
Ketua PPG Nusa Putra University, Diyah Lyesmaya, mengatakan bahwa visitasi tersebut merupakan bagian penting dari komitmen universitas dalam membangun sistem penjaminan mutu pendidikan profesi guru.
Menurutnya, evaluasi dari tim asesor memberikan kesempatan bagi universitas untuk mengetahui aspek kesiapan yang telah terpenuhi sekaligus memperoleh arahan mengenai hal-hal yang masih memerlukan perbaikan dan pendampingan.
“Melalui visitasi ini, kami ingin mengoptimalkan kesiapan Nusa Putra University dalam menyelenggarakan PPG. Kami berharap proses ini dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal yang sudah siap, bagian yang perlu diperbaiki, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan program,” ujar Diyah.
Ia menegaskan, pengembangan PPG di Nusa Putra University tidak hanya berorientasi pada pembentukan kompetensi profesional guru, tetapi juga pada penguatan perspektif pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman peserta didik.
Menurut Diyah, lingkungan multikultural di Nusa Putra University menjadi salah satu potensi untuk menanamkan pemahaman bahwa setiap peserta didik memiliki keunikan, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda.
“Melalui PPG, kami ingin ikut meningkatkan profesionalisme guru, termasuk kemampuan memahami keberagaman dan mengoptimalkan potensi setiap peserta didik. Setiap orang memiliki keunikan dan kemampuan untuk berkembang sesuai kompetensinya. Kesadaran inilah yang penting dimiliki oleh seorang guru profesional,” ungkapnya.
Rampungnya visitasi pada 21 Oktober 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan penyelenggaraan PPG di Nusa Putra University. Penilaian awal menunjukkan sejumlah aspek kesiapan telah dinilai positif, sementara evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dan dampaknya memerlukan bukti setelah program berjalan.
Nusa Putra University berkomitmen menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya mutu di lingkungan kampus.
Melalui Program Pendidikan Profesi Guru, Nusa Putra University berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan guru profesional yang kompeten, adaptif, inklusif, serta mampu memahami kebutuhan dan keberagaman peserta didik.
Komitmen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan profesi guru yang berkelanjutan. (wdy)





