Pendidikan

Nana Mulyana Juara 1 Pengawas Transformatif Sukabumi, Unggulkan Inovasi Smartdigi SPMI

×

Nana Mulyana Juara 1 Pengawas Transformatif Sukabumi, Unggulkan Inovasi Smartdigi SPMI

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Nana Mulyana seorang Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi,  meraih Juara 1 kategori Pengawas Transformatif dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tingkat Kota Sukabumi. Prestasi tersebut mengantarkannya mewakili Kota Sukabumi ke tingkat nasional.

Di balik prestasi itu, Nana membawa inovasi pengawasan berbasis digital bernama Smartdigi SPMI. Inovasi tersebut dikembangkan untuk menyederhanakan proses supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah binaan, sekaligus menjaga peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Nana mengatakan, penghargaan yang diraihnya bukan sekadar pencapaian, melainkan tantangan untuk terus mengembangkan kompetensi dan memperluas manfaat inovasi kepengawasan.

“Juara ini sebenarnya menjadi tantangan bagi saya untuk mengembangkan kompetensi pengawas. Prestasi di tingkat kota menjadi motivasi untuk berkembang lagi di tingkat berikutnya,” ujarnya.

Inovasi Smartdigi SPMI lahir dari tantangan yang dihadapi Nana dalam mendampingi 26 sekolah binaan yang tersebar di dua kecamatan, yakni Cikole dan Lembursitu. Jarak antarsekolah yang cukup jauh serta banyaknya sekolah yang harus dimonitoring mendorongnya mencari cara kerja yang lebih efektif dan efisien.

Melalui digitalisasi, Nana ingin memastikan seluruh sekolah binaannya tetap mendapatkan pendampingan dan pemantauan secara optimal tanpa harus selalu mengandalkan metode konvensional.

Menurutnya, kepengawasan tidak semestinya menjadi pekerjaan yang rumit. Dengan dukungan teknologi, proses pengawasan dapat dilakukan lebih sederhana, nyaman, dan terukur, tanpa mengurangi kualitas pendampingan terhadap sekolah.

“Bagaimana saya memaksimalkan kepengawasan supaya lebih nyaman dalam bekerja, tetapi kualitas tetap terjaga. Dari situlah lahir digitalisasi ini,” jelasnya.

Smartdigi SPMI merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya yang bernama Trans Digi. Inovasi tersebut mulai dirintis Nana sejak 2023, ketika mulai menjalankan tugas sebagai pengawas. Trans Digi bahkan sempat membawanya masuk tiga besar dalam kompetisi inovasi tingkat Provinsi Jawa Barat.

Seiring pengembangan yang dilakukan, inovasi itu kemudian diperbarui menjadi Smartdigi SPMI. Nama Smart merupakan singkatan dari Supervisi, Monitoring, Assessment, Reflection, dan Transformation. Sementara Digi merujuk pada digitalisasi dan SPMI merupakan Sistem Penjaminan Mutu Internal.

Melalui inovasi tersebut, Nana berupaya mendorong sekolah menerapkan sistem manajemen penjaminan mutu berbasis digital. Pengawasan tidak hanya berfokus pada pemantauan administrasi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong perbaikan pengelolaan sekolah dan kualitas pembelajaran.

Nana menegaskan, peran pengawas sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu jalannya adalah melalui penguatan kemampuan manajerial kepala sekolah. Pengelolaan sekolah yang baik diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang semakin berkualitas.

Dampak digitalisasi tersebut lanjutnya, dirasakan melalui penyederhanaan proses monitoring dan penghematan waktu serta kebutuhan transportasi dalam menjalankan tugas kepengawasan. Sekolah juga dapat memanfaatkan Learning Management System (LMS) untuk membantu pelaksanaan supervisi terhadap guru.

Dengan sistem tersebut, proses supervisi di sekolah diharapkan menjadi lebih praktis dan mudah dilakukan. Pemanfaatan teknologi juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan mekanisme penjaminan mutu secara mandiri dan berkelanjutan.

 Ia berharap pengembangan sistem kepengawasan berbasis digital dapat menjadi ruang kolaborasi antarpengawas untuk menghadirkan model pendampingan sekolah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baginya, prestasi di tingkat kota bukanlah titik akhir pengembangan inovasi harus terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas dan kualitas pendidikan dapat meningkat secara bertahap. Sebab menurutnya transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi di ruang kelas, tetapi juga pembaruan cara kerja pengawas dalam mendampingi sekolah dan upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan digitalisasi pendidikan.

“Harapannya, ini tidak terputus di sini. Harus ada continuous quality improvement, peningkatan kualitas secara terus-menerus, sehingga levelnya semakin naik,” pungkasnya. (wdy)